SUARA SEMARANG – Kata ta’aruf belakangan semakin akrab di telinga, seiring dengan banyaknya kaum muslim yang memilih jalan ta’aruf dalam menjemput jodoh.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah salah kaprah terkait ta’aruf yang beredar di masyarakat, sehingga menimbulkan anggapan-anggapan miring, bahkan cibiran pada orang-orang yang menjalankan ta’aruf.
Berikut beberapa hal terkait ta’aruf yang sering disalahartikan. Diantaranya, ta’aruf seperti ‘membeli kucing dalam karung’.
Ya, banyak yang memaknai bahwa ta’aruf tak jauh beda dengan perjodohan yang dipaksakan. Calon mempelai wanita sama sekali tidak mengenal, tidak mengetahui data-data maupun seluk beluk calon mempelai pria. Begitu pula sebaliknya.
Sehingga banyak yang menolak dan memandang sebelah mata ta’aruf, karena dinilai sebagai adu peruntungan, dan sangat rawan dengan perceraian karena minimnya data yang diketahui.
Padahal, secara bahasa arti kata ta’aruf sendiri adalah saling mengenal. Selama proses ta’aruf, data-data yang dibutuhkan bisa digali sebanyak mungkin sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.
Keluarga, pendidikan, pengelolaan finansial, pandangan, sikap, visi misi ke depan, pola pengasuhan anak yang akan digunakan dan lain-lain, bisa digali.
Dengan catatan, proses penggalian dalam koridor syar’i. Diantaranya, dilarang ber-khalwat (seorang laki-laki bersama dengan seorang perempuan yang bukan mahramnya, dan tidak ada orang ketiga bersamanya).
“Ta’aruf tidak memiliki metode khusus. Artinya bisa saja satu sama lain berbeda dari segi cara. Namun, tetap dalam pakem syar’i,”ujar Ustaz Yoppy Alghifari dalam talkshow ‘Ta’aruf Belum Tentu Bahagia’ yang diselenggarakan oleh Ami Muslimah Bride bekerjasama dengan Ta’aruf Online Indonesia di Beachday Resto.
Baca Juga: Daniel Mananta Setuju Ada Jin di Patung
Selain itu, tak sedikit pula yang memaknai bila sudah menggunakan proses ta’aruf, kemudian pria datang ke rumah menemui perempuan dan didampingi wali perempuan, maka dipastikan pasti menikah.
Padahal, lagi-lagi, ta’aruf adalah proses saling mengenal. Jadi ada kemungkinan pada saat pengenalan tersebut, ditemukan ada ketidakcocokan, lantas dibatalkan, tidak lanjut ke proses berikutnya.
“Jadi jangan baper, kalau tidak jadi. Adapun pria datang ke rumah dan menemui wali perempuan, memang begitulah seharusnya. Islam memuliakan perempuan, maka bila lelaki mau mengenal perempuan, ya walinya harus tahu,”ujar Ustaz Yoppy.
Anggapan lainnya adalah, apabila menikah melalui proses ta’aruf maka pernikahan akan 100 persen bahagia. Pada kenyataannya, belum tentu.
“Pernikahan melalui proses ta’aruf memang belum tentu bahagia, tapi pacaran juga kan begitu. Bahagia atau tidak bahagia, bisa terjadi dalam semua hubungan. Bedanya, dalam ta’aruf ada keberkahan, diridhoi Allah,”jelas Ustaz Yoppy.