semarang

Salah Kaprah Seputar Taaruf

Semarang Suara.Com
Selasa, 20 September 2022 | 07:20 WIB
Salah Kaprah Seputar Taaruf
Ustaz Yoppy Alghifari dalam talkshow ‘Ta’aruf Belum Tentu Bahagia’ (dok. AMI Muslimah Bride)

SUARA SEMARANG – Kata ta’aruf belakangan semakin akrab di telinga, seiring dengan banyaknya kaum muslim yang memilih jalan ta’aruf dalam menjemput jodoh.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah salah kaprah terkait ta’aruf yang beredar di masyarakat, sehingga menimbulkan anggapan-anggapan miring, bahkan cibiran pada orang-orang yang menjalankan ta’aruf.

Berikut beberapa hal terkait ta’aruf yang sering disalahartikan. Diantaranya, ta’aruf seperti ‘membeli kucing dalam karung’.

Ya, banyak yang memaknai bahwa ta’aruf tak jauh beda dengan perjodohan yang dipaksakan. Calon mempelai wanita sama sekali tidak mengenal, tidak mengetahui data-data maupun seluk beluk calon mempelai pria. Begitu pula sebaliknya.

Sehingga banyak yang menolak dan memandang sebelah mata ta’aruf, karena dinilai sebagai adu peruntungan, dan sangat rawan dengan perceraian karena minimnya data yang diketahui.

Padahal, secara bahasa arti kata ta’aruf sendiri adalah saling mengenal.  Selama proses ta’aruf, data-data yang dibutuhkan bisa digali sebanyak mungkin sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

Keluarga, pendidikan, pengelolaan finansial, pandangan, sikap, visi misi ke depan, pola pengasuhan anak yang akan digunakan dan lain-lain, bisa digali.

Dengan catatan, proses penggalian dalam koridor syar’i. Diantaranya, dilarang ber-khalwat (seorang laki-laki bersama dengan seorang perempuan yang bukan mahramnya, dan tidak ada orang ketiga bersamanya).

“Ta’aruf tidak memiliki metode khusus. Artinya bisa saja satu sama lain berbeda dari segi cara. Namun, tetap dalam pakem syar’i,”ujar Ustaz Yoppy Alghifari dalam talkshow ‘Ta’aruf Belum Tentu Bahagia’ yang diselenggarakan oleh Ami Muslimah Bride bekerjasama dengan Ta’aruf Online Indonesia di Beachday Resto.

Baca Juga: Daniel Mananta Setuju Ada Jin di Patung

Selain itu, tak sedikit pula yang memaknai bila sudah menggunakan proses ta’aruf, kemudian pria datang ke rumah menemui perempuan dan didampingi wali perempuan, maka dipastikan pasti menikah.

Padahal, lagi-lagi, ta’aruf adalah proses saling mengenal. Jadi ada kemungkinan pada saat pengenalan tersebut, ditemukan ada ketidakcocokan, lantas dibatalkan, tidak lanjut ke proses berikutnya.

“Jadi jangan baper, kalau tidak jadi. Adapun pria datang ke rumah dan menemui wali perempuan, memang begitulah seharusnya. Islam memuliakan perempuan, maka bila lelaki mau mengenal perempuan, ya walinya harus tahu,”ujar Ustaz Yoppy.

Anggapan lainnya adalah, apabila menikah melalui proses ta’aruf maka pernikahan akan 100 persen bahagia. Pada kenyataannya, belum tentu.

“Pernikahan melalui proses ta’aruf memang belum tentu bahagia, tapi pacaran juga kan begitu. Bahagia atau tidak bahagia, bisa terjadi dalam semua hubungan. Bedanya, dalam ta’aruf ada keberkahan, diridhoi Allah,”jelas Ustaz Yoppy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI