SUARA SEMARANG - PSIS Semarang memberikan kejutan kembali dengan mendatangkan satu pemain asing asal Brazil, Vitinho, untuk musim kompetisi 2022-2023.
Hadirnya Vitinho di PSIS Semarang untuk menggenapi slot pemain asing yang memang tersisa satu kuota. Sebelumnya ada Ryo Fujii, Carlos Fortes dan Taisei Marukawa.
Vitinho atau Victor Guilherme Dos Santos Carvalho adalah pemain syarat pengalaman dibandingkan Jonathan Cantillana yang dijual ke PSS Sleman.
Hadirnya Vitinho pun bisa dianggap sebagai Marque Player disamping ada nama Carlos Fortes yang malang melintang di klub Liga Portugal.
Namun Vitinho lebih kenyang pengalaman sebab juga menimba ilmu bermain di klub-klub Brazil.
Kedatangan Vitinho jadi angin segar untuk sektor gelandang, ia merupakan pemain spesialis yang beroperasi di sayap kanan.
Tentunya ini akan mempermudah kinerja lini tengah dan sektor penyerang yang diisi Carlos Fortes untuk mendapatkan bola-bola yang akurat berpeluang sebagai gol.
Di ketahui pula jika Vitonho dan Carlos Fortes pun pernah satu klub saat di Portugal yakni Vilafranquense di musim 2020-2021.
Sementara itu, terkait harga transfer rupanya Vitinho lebih miring ketimbang Jonathan Cantillana.
Mengutip laman Transfermarkt jika harag pasaran Vitinho hanya dibanderol Rp 3,48 miliar sejak 31 Desember 2019. Pemain 29 tahun ini separuh harga dari Jonathan Cantillana.
Jonathan Cantillana berdasarkan Transfermarkt memiliki nilai harga pasaran Rp 5,65 miliar per 22 Juli 2022.
Meski begitu, Vitinho yang sudah ada di Semarang tidak langsung dikontrak oleh manajemen PSIS, ia harus menjalani serangkaian tes seperti tes medis, tes fisik, dan tes kemampuan kaki dalam beberapa hari ke depan.
"Vitinho pagi ini tiba di Semarang, namun akan dilakukan dulu serangkaian tes. Apabila dalam tes tersebut tidak ada masalah dan dinyatakan lolos, maka Vitinho akan segera kami kontrak," ujar CEO PSIS, Yoyok Sukawi, Rabu 25 Januari 2023.
Ia terakhir bermain di Vitoria Setubal, Portugal. Sebelum di klub tersebut, Vitinho banyak menghabiskan karirnya di Brasil dan Portugal.