Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, "Telah datang kepadaku malaikat Jibril pada malam nishfu Sya'ban, lalu berkata, "Ya Muhammad, pada malam ini pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat dibuka. Maka berdirilah dan kerjakanlah shalat, kemudian angkatlah kepalamu serta dua tapak tanganmu ke langit". Aku bertanya, "Hai Jibril, apa arti malam ini ?". Jibril menjawab, "Pada malam ini telah dibuka tiga ratus pintu rahmat. Maka Allah Ta'aalaa mengampuni semua orang yang tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatupun, kecuali tukang sihir, dhukun, orang yang suka bermusuhan, peminum khamr, orang yang selalu berzina, pemakan harta riba, orang yang durhaka kepada kedua orang tua, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan tali shilaturrahim, maka sesungguhnya mereka itu tidak akan diampuni sehingga mereka itu mau bertaubat dan mau meninggalkan perbuatannya”. Lalu Nabi SAW keluar, kemudian shalat, dan beliau menangis di dalam sujudnya, sambil berdo'a (yang artinya), "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu dan kemurkaan-Mu, aku tidak bisa menyanjung dan memuji-Mu sebagaimana Engkau menyanjung dan memuji diri-Mu, bagi-Mu segala puji sehingga Engkau ridla". [Durratun Naasihiin oleh 'Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-Khaubawiy hal. 207]
Keterangan :
Hadits ini juga maudlu' (palsu), karena tidak didapati sanadnya.
Dengan demikian, umat Islam harus lebih berhati-hati dalam melakukan sebuah amalan, karena nantinya akan dimintai pertanggung jawaban di akherat.
Termasuk dalam menjalankan amalan di malam nisfu syaban yang sudah mafhum di masyarakat Indonesia.***