SUARA SEMARANG - Rapat kerja (Raker) basis suprter Panser Biru digelar pada Minggu 8 Oktober 2023 di Hotel Noormans Semarang. Dua tokoh dihadirkan ada Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu dan CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.
Dalam Raker Panser Biru, Mbak Ita, sapaan walikota tampak bicara akrab dengan Yoyok Sukawi. Hal ini menepis jika pemimpin perempuan pertama Kota Semarang tidak alergi dengan dunia sepak bola terutama PSIS.
Raker Panser Biru sendiri mengambil tema Menjaga dan Merawat, terutama iklim persepakbolaan dan persuporteran di Kota Semarang. Hadir pulan General Manager (GM) PSIS Wahyoe Liluk Winarto.
Bahkan dalam sambutannya, Mbak Ita, beberapa kali menyampaikan candaannya yang ditujukan ke CEO PSIS, Yoyok Sukawi. Ia melontarkan tentang apa itu makna merah dan biru.
"Mas Yoyok tadi menyampaikan hatinya biru darahnya merah, sedangkan saya dari merah jadi biru. Jadi apapun kita tetap saudara, kita ini berkeluarga," kata Mbak Ita.
Mbak Ita juga menyebut, bahwa adanya Raker Panser Biru ini telah menyatukan masyarakat Kota Semarang dalam wadah suporter sepak bola melalui PSIS Semarang. Tentunya satu kesatuan dengan beragam latar belakang.
PSIS Semarang dan Panser Biru pun diibaratkan sebuah keluarga besar. Penuh keakraban meski kadang ada perselisihan namun akan kembali muaranya pada keluarga.
"Namun dalam sebuah keluarga, kadang-kadang juga ada sedikit friksi, apalagi kita ini berbeda dalam arti kegiatan, dalam arti mungkin juga pergaulan dan sebagainya. Ini adalah satu yang wajar dan kami pun akan selalu menerima kritik dan saran, termasuk dari Panser Biru dan keluarga besar PSIS," katanya.
Di sisi lain, Pemkot Semarang juga tidak akan meninggalkan Panser Biru dan PSIS. Sebab, dalam sejarahnya Mahesa Jenar juga pernah menjadi bagian dari Pemkot Semarang semasa Liga Indonesia bergulir sebelum adanya badan usaha.
Baca Juga: Formasi Timnas Terbaru, Shin Tae-yong Pilih Bek PSIS Semarang Ketimbang Kapten Madura United
Saat itu tentunya kebijakan anggaran APBD juga pernah digelontrokan untuk pembinaan dan pengembangan PSIS Semarang. Kali ini, Mbak Ita ingin kembali membangun kolaborasi dan mensuport PSIS.
Masa keemasan PSIS yang pernah menjadi juara Liga Indonesia di rentang tahun 90 an bisa terwujud jika kolaborasi bersama-sama.
Mbak Ita mengaku, meski sebagai kaum perempuan namun dia tak lepas perhatiannya dari perjalanan tiap pertandingan PSIS Semarang.
"Saya walaupun perempuan tapi tetap mengikuti laga-laga PSIS lho. Saya mewakili Pemerintah Kota Semarang sebenarnya berkeinginan untuk bisa saling berkolaborasi dengan manajemen dan suporter agar PSIS ini bisa mendapatkan yang terbaik. Tentu dengan kekompakan bersama kita bisa berkolaborasi dan membawa PSIS juara," katanya.
Ia juga sudah menyanggupi untuk bisa selalu nonton pertandingan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri. Namun ia meminta syarat kepada Yoyok Sukawi.
"Saya siap untuk nonton PSIS, tapi saya belum punya kaosnya lho Mas," candanya kepada Yoyok Sukawi.