"Kami sedang berdiskusi dengan Australia. Ketika saya mengunjungi Malaysia dan Singapura, keduanya menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dengan Indonesia dan Australia," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi pssi.org.
Pengalaman sukses Piala Dunia Wanita yang diselenggarakan Australia bersama Selandia Baru pada musim panas lalu juga menjadi pendorong utama dalam perjuangan ini.
Keseriusan Indonesia dan rekan-rekan Asia Tenggara dalam mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 tampaknya telah menarik perhatian FIFA.
Erick Thohir percaya bahwa mereka memiliki kekuatan dan dukungan yang cukup untuk mewujudkannya.
FIFA telah menetapkan tenggat waktu hingga 30 Oktober 2023 untuk menerima permohonan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
Langkah Erick Thohir dan negara-negara pendukungnya akan menjadi tantangan besar, namun juga merupakan langkah ambisius yang dapat mengubah sejarah sepakbola di Asia Tenggara dan membawa Piala Dunia ke kawasan ini untuk pertama kalinya.
Semua mata tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Erick Thohir dan timnya, dalam upaya mewujudkan impian besar ini.