SuaraSerang.id - Pasca haboh adanya pembentukan Forum Janda Tangerang Raya, yang digagas oleh mantan jurnalis Tangerang Marsudin yang terdiri dari 180 janda dari berbagai daerah di Tangerang, seperti Pondok Aren, Serpong, Tangerang Selatan, Ciledug, Karang Tengah, Pinang, Kota Tangerang, Tangerang dan Cisauk, dan Kabupaten Kelapa Dua.
Kini di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dibentuk pula Paguyuban Janda yang diprakarsai oleh seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Tegal, dengan membentuk perkumpulan atau kumpulan para janda.
Nama paguyuban itu adalah Jaran Bregas. Yang artinya, Jaringan Janda Brebes, Tegal dan Slawi yang memiliki jumlah anggota mencapai 500 orang. Mereka berasal dari se-Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes.
“Paguyuban kami ini baru berdiri sejak beberapa waktu lalu dan peminatnya banyak,” kata pendiri Jaran Bregas yang juga Kepala Desa Karangmangu, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Budi Wicaksono, Selasa (31/5/22).
Menurut Budi, berdasarkan data angka perceraian tahun 2021, Brebes menduduki peringkat nomor 1, sedangkan Tegal sendiri menempati peringkat nomor 5 dari 2000 kasus yang menyandang status janda.
Meskipun hanya sekumpulan janda, menurut Budi yang akrab disapa Lurah Cinta ini mengaku memiliki tujuan mulia. Ia akan melakukan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Termasuk bagi para janda itu sendiri.
Menurut Budi, ia juga telah membuat AD/ART-nya. "Saat ini saya hanya mencari siapa Ketuanya saja. Karena kalau saya yang jadi Ketuanya, tidak mungkin karena saya laki-laki tulen,” ujar Budi.
Ia juga mengatakan, beberpa anggota itu sudah diberi kesempatan untuk jadi Ketua, tapi mereka menolak.
Budi masih kesulitan melanjutkan programnya karena tidak ada yang mau menjadi Ketua.
"Kalau ada ketuanya, saya kan tinggal ke notaris untuk mensahkan komunitas janda ini," ungkap Budi.
Baca Juga: Menjawab Tantangan Pasar Mobil Bekas, Carsome Dirikan Fasilitas Rekondisi Kendaraan di Indonesia
Selain itu kata Budi, janda yang bergabung di Jaran Bregas ini usianya beragam, dari 20 tahun hingga 45 tahun. Nanti dalam komunitas itu juga akan ada program perjodohan.
"Seperti biro jodoh. Jadi nanti, siapa saja yang ingin cari jodoh, bisa dihubungkan dengan para duda atau pria lajang yang beneran mau menikah dengan janda-janda anggota Jaran Bregas," tambahnya.