Munculnya sosok kerabat dari ayah Tiko, Sumaryono membuka fakta baru tentang kisah dibalik viralnya keluarga Tiko dan ibu Eny. Sumaryono bahkan membeberkan cerita masa lalu ibu Eny Sukaesih yang merupakan istri kedua Herman Mudji Susanto memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah dirawat di Rumah sakit Jiwa sebelum menikah dengan ayah Tiko.
Cerita tentang Tiko yang merawat ibunya selama 12 tahun lebih yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ di dalam sebuah rumah mewah yang tak tarawat tanpa penerangan listrik dan air bersih itu pun menjadi sorotan publik hingga menarik perhatian sejumlah artis dan youtuber.
Sumaryono yang muncul di sebuah kanal youtube milik Dendenny pun akhirnya buka suara dengan menceritakan masa lalu tentang keluarga Tiko.
Dalam obrolan tersebut, Sumaryono menceritakan jika ibu Eny memang memiliki riwayat gangguan jiwa.
"Saya denger dulu, ibu Eny sebelum nikah itu pernah di RSJ, ada kelainan ada riwayat gitu," ungkap Sumaryono dalam video yang diunggah pada Sabtu (7/1/2022).
Kemudian, lanjut Sumaryono, ia menceritakan juga soal ayah Tiko, Herman Mudji susanto yang meninggalkan rumah dan menelantarkan anak dan istrinya itu tidak benar. Sepengetahuan Sumaryono, kedua orang tua Tiko berpisah karena memang ada suatu masalah.
“Jangan sampai Pak Herman itu kayak difitnah, kayak dia meninggalkan anak,” kata Sumaryono.
![Sumaryono selaku kerabat ayah Tiko, Herman Moedji Susanto. [YouTube]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/01/10/1-sumaryono-selaku-kerabat-ayah-tiko-herman-moedji-susanto-youtube.jpg)
Ia juga menjelaskan, soal karakter atau sifat dari ibu Eny memang keras sejak dulu. Itu juga salah satu yang membuat keluarganya enggan mengunjungi Tiko dan bu Eny.
Alasan selain itu, kata Sumaryono, karena ibunda Tiko, Eny yang berstatus janda, adalah alasan lain yang membuatnya sungkan untuk berkunjung ke kediaman ibu Eny untuk mendatanginya karena takut dianggap tidak baik.
Kemudian, Sumaryono juga mengungkap jika sifat ibu Eny yang keras itu dinilai sangat berbanding terbalik dengan kepribadian ayah Tiko.
Herman Mudji Susanto menurut Sumaryono justru sebenarnya sangat baik. Bahkan, ia mengaku jika ayah Tiko selalu memberikan hadiah kepada keponakannya.
Baca Juga: Megawati Akan Berulang Tahun: Saya Hanya Rayakan dengan Orang Dekat, yang Bukan Sahabat Gak Diundang
“Kita tahu karakter Bu Eny itu keras, makanya kami keluarga ke sana takut gimana gitu. Pak Herman itu, kalau sama keponakan memberi apapun gitu,” ujarnya.
Adapun cerita tentang perpisahan orang tua Tiko itu sendiri, Sumaryono mengatakan hal itu mungkin terjadi karena adanya perbedaan pendapat tentang masalah ekonomi keluarga.
![Potret Rumah Mewah Tiko dan Bu Eny Usai Dibersihkan, Mereka Bisa Tidur Di Mana? [Dok: YouTube/The Hermansyah]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/01/10/1-potret-rumah-mewah-tiko-dan-bu-eny-usai-dibersihkan-mereka-bisa-tidur-di-mana-dok-youtubethe-hermansyah.jpg)
Apalagi, ayah Tiko dulu memiliki banyak bisnis. Namun, karena ada masalah ekonomi ini, yang membuat ibu Eny mungkin tidak dapat menerima situasi dan akhirnya menyebabkan pertengkaran diantara keduanya.
“Cekcok karena mungkin masalah ekonomi, karena dulu kan jaya, bisnisnya makin redup, enggak terimakan wanita-wanita, jadi ya enggak tahu. Kalau Tiko masih kecil,” ujar Sumaryono.
Diceritakannya pula oleh Sumaryono, kondisi ekonomi Herman Mudji terpuruk, karena ayah Tiko itu dikhianati oleh rekan bisnisnya. Kondisi ini semakin memperburuk kondisi keuangan keluarganya.
“Terakhir, selain sebagai rekanan di departemen keuangan. Setelah itu, dia jual beli mobil disewain. Terus dia ditipu oleh rekan bisnisnya, jadi mobil Cherokee bikinan Amerika itu mobilnya, suratnya ada tapi barangnya enggak ada,” jelas Sumaryono.