Genta menjelaskan bahwa konsep video mapping ini adalah menghidupkan kembali objek-objek yang telah mati.
Rafiq Gusly Abdul Rahman, yang akrab disapa Alun, adalah pengkarya lain yang berkontribusi dalam WTBOS. Ia menciptakan mural dan infografik di ruang arsip yang menggambarkan Pelabuhan Emmahaven (sekarang dikenal sebagai Teluk Bayur) serta peran pentingnya dalam sejarah lokal.
Mural yang digambarkan oleh Alun berdasarkan foto dari akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, menggambarkan orang-orang lokal yang menikmati hasil pembangunan oleh pekerja rodi atau pekerja paksa.
Tujuannya adalah untuk menjemput ingatan tentang masa lalu yang penting dalam perkembangan Sawahlunto.
Ruang arsip WTBOS merupakan kolaborasi yang melibatkan berbagai seniman dan pengkarya yang bekerja keras untuk membawa warisan sejarah Sawahlunto kepada generasi muda dengan cara yang kreatif dan menarik.
Harapan dari proyek ini adalah agar masyarakat dan pemerintah lebih peduli terhadap warisan dunia dan sejarah lokal yang kaya, serta untuk mendorong literasi dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya yang telah tercatat dalam sejarah. [*]