SuaraSoreang.id - Akhirnya Pulung Mustika Abimana atau Tiko mengungkapkan awal mula ia tahu sang ibu mengalami gejala depresi.
Saat itu ia masih duduk di sekolah dasar (SD), ketika Ibu Eny mulai menunjukkan gejala depresi pertamanya, tepat beberapa bulan usai bercerai dengan ayahnya.
"Mulai gejalanya (depresi) muncul itu pada saat Mama sama Papa pisah, 2010-2011. Mungkin sekitar 2-3 bulanan lah ya," ungkap Tiko, Rabu (25/1/2023).
Untuk gejala depresi yang dialami Ibu Eny dikatakan Tiko awalnya sang ibu sering berbicara sendiri, seperti sedang mengobrol dengan orang lain.
"Pokoknya aku kelas 6 SD. Waktu itu ya, jadi yang paling gampang, yang paling aku notice itu Mama suka berbicara sendiri gitu, halusinasi," paparnya.
Meskipun begitu, diakui Tiko bahwa Ibu Eny masih bisa beraktivitas biasa seperti berbelanja, memasak hingga pergi mengantarnya sekolah.
Ibu Eny berhalusinasi dan berbicara sendiri ketika ia berada di rumah dan tidak ada orang lain di sekitarnya. Meski beberapa kali Tiko memergoki hal itu.
"Kondisi Mamah tuh sebenarnya masih normal. Interaksi sama orang lain itu masih masih bisa. Ngobrol masih bisa, ngurusi segala macem. Cuman ya kadang kalau lagi sendiri enggak ada temennya gitu," tambah Tiko.
Kondisi halusinasi yang dialami Ibu Eny terjadi berangsur-angsur parah dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Terpopuler Lifestyle: Nia Ramadhani Pamer Tato Sayap, Istri Aji Yusman Minta Cari Dana untuk USG
Menurut Tiko, Ibu Eny biasanya berbicara sendiri terkait masa lalunya yang masih memiliki perusahaan dan harta benda lainnya.
Namun saat masih kecil, Tiko tidak berani membantah atau menjelaskan kepada sang ibu bahwa semua itu sudah tidak mereka miliki.
Barulah sekitar 2-3 tahun terakhir, Tiko pelan-pelan berani mencoba menyadarkan Ibu Eny dengan mengatakan bahwa kondisi mereka saat ini tidaklah seperti dulu.
Akan tetapi, ketika diingatkan oleh Tiko ternyata Ibu Eny tidak terima dan langsung memarahinya. Oleh karena itu, kini ia lebih banya diam saat sang ibu meracau.
"Mama tuh langsung emosi, enggak terima kan marah. Jadi ya mau enggak mau setiap malam gitu aku diem aja gitu," aku Tiko.
Meskipun begitu Tiko mengatakan bahwa selama mengalami depresi, Ibu Eny tidak pernah mencoba menyakiti dirinya sendiri maupun menyakiti orang lain.