SuaraSoreang.id - Viralnya kisah hidup Ibu Eny berhasil menyita empati banyak orang, khususnya di media sosial.
Ibu Eny mengalami depresi dan dirawat oleh sang putra, Tiko. Keduanya tinggal disebuah rumah mewah terbengkalai yang membuat publik penasaran siapa sesungguhnya Ibu Eny.
Tidak hanya itu, publik pun dibuat penasaran oleh keluarga dari Ibu Eny dan bagaimana kehidupannya dimasa lalu.
Ibu Eny memiliki nama lengkap Eny Sukaesi, perempuan berusia 58 tahun itu tinggal disebuah rumah mewah di Komplek PLN Klender Cakung, Jakarta Timur.
Mantan istri dari Herman Moedji Susanto ini telah tinggal berdua bersama anaknya Tiko, tanpa listrik dan air bersih.
Ibu Eny dikabarkan mengalami depresi pasca ditinggalkan oleh sang suami pada tahun 2010 lalu.
Hal tersebut disampaikan oleh Tiko pada acara Rumpi No Secret, sebagaimana dikutip SuaraSoreang.com pada Rabu (15/02/2023).
Mengetahui sang ibunda dalam kondisi sakit, Tiko pun merawat Ibu Eny selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diketahui oleh publik.
Setelah kisah mengharukan itu viral, akhirnya Ibu Eny dibawa oleh petugas ke RSKD Duren Sawit untuk mendapatkan penganganan medis dengan tepat, tidak banyak yang tahu bahwa Ibu Eny merupakan sosok berpengaruh dan kaya raya saat masih muda.
Baca Juga: Tiko Lakukan Hal Ini, Anak Ibu Eny Didoakan Jadi Artis Terkenal: Kayak Ariel
Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Tiko dengan menyebutkan bahwa kedua orang tuanya dulu adalah seorang pengusaha sukses.
Seolah tidak cukup sampai disitu, kehebatan Ibu Eny juga dapat dibuktikan dengan gelar Dra atau (Dokteranda) yang beliau dapatkan saat masih muda.
Ibu Eny dan Herman Moedji Susanto bahu-membahu membangun bisnis mereka hingga sukses, bahkan menurut keterangan Tiko kedua pasangan ini merupakan rekan bisnis di lembaga pemerintahan Departemen Keuangan.
Netizen pun dibuat tak heran jika saat ini Ibu Eny tinggal di rumah mewah meskipun sudah terbengkalai.
"Mama (Ibu Eny) sama papa rekanan departemen keuangan gitu," ujar Tiko di Jakarta, Kamis (5/1/2023).
Kehidupan yang dijalani sekarang seolah berbanding terbalik setelah bisnis yang dijalankan oleh kedua orangtua Tiko bangkrut.