SuaraSoreang.id – kabar hubungan antara Arya Saloka dan Amanda Manopo sepertinya masih belum habis diperbincangkan atau dikait sambungkan hingga saat ini. Padahal mereka sudah tidak bekerja sama dalam sinetron Ikatan Cinta yang sebelumnya membuat nama mereka berdua naik.
Tidak sedikit juga kabar miring tentang mereka berdua yang berselingkuh. Seperti dari sebuah kanal Youtube KLAKON CHANEL mengunggah sebuah video. Yang dilihat, Kamis, (16/3/2023).
Dalam konten video tersebut tertulis judul “Viral.!! Kembali Hebohkan Jagat Maya, Tersebarnya Video Perselingkuhan Arya dan Amanda.!!”
Sedangkan di dalam thumbnail juga tertulis “VIRAL.!! SAMPAI HEBOH SEJAGAT RAYA PERSELINGKUHAN ARYA DAN AMANDA KEMBALI BEREDAR,”. Tulis akun tersebut.
Dalam thumbnail itu nampak tulisannya dengan warna yang mencolok dengan background foto Arya Arya Saloka sedang menundukan kepala seperti mencium leher Amanda Manopo.
Benarkah Arya Saloka berselingkuh dengan Amanda Manopo hingga video dirinya mencium leher Amanda manopo tersebar?
Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, thumbnail foto untuk konten video tersebut menggunakan tangkapan layar foto ketika Arya Saloka dan Amanda Manopo sedang beradu acting dalam sinetron Ikatan Cinta.
Diketahui adegan itu adalah ketika Amanda Manopo memerankan sosok Andin yang sedang pingsan, dan Arya Saloka sebagai suaminya sedang menolong.
Baca Juga: Kronologi Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Taput, Membusuk di Semak-semak
Kemudian setelah konten itu ditonton, ternyata tidak ada sebuah video yang menunjukan spesifik bahwa Arya Saloka dan Amanda Manopo sedang berselingkuh.
Video berdurasi 3 menit 12 detik itu hanya menampilkan kolase tangkapan layar momen adegan saat mereka berdua beradegan peran dalam sinetron dan potongan-potongan video saat sesudah dan sebelum mereka syuting,
Kesimpulan, klaim Arya Saloka cium leher Amanda Manopo hingga tersebar video panas mereka adalah tidak benar.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta sorengsuara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com.
Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).