SUARA SOREANG - Datang dari Indonesia tahun 2009, Nur Rohmah asal Malang, Jawa Timur, alami nasib kurang baik selama bekerja dengan beberapa majikannya sebagai TKW di Jeddah.
Nur Rohmah beberapa kali hampir diperkosa, diperlakukan tidak hormat dan diancam dibunuh jika tidak melayani hasrat majikan.
Seminggu setelah bekerja di rumah majikannya, Nur Rohmah hampir diperkosa oleh majikan laki-laki yang sudah kakek-kakek. Akhirnya ia melaporkan perbuatan majikannya tersebut kepada majikan perempuannya dan ia dipindahkan ke agensi lain.
Selang beberapa hari, Nur Rohmah kembali bekerja di agensi baru yang bernama Abu Nasar. Hampir satu bulan bekerja disana, keluarga Abu Nasar menrencakan liburan sekolah ke luar kota yang membuat Nur dipindahkan kerja ke rumah saudara majikannya tersebut.
Bekerja selama satu tahun 14 bulan dengan majikan baru, Nur sama sekali tidak menerima gaji bahkan kebutuhan pangan dan lainnya ia tanggung sendiri. Nur juga dipindahkan secara paksa dan tidak boleh membawa satu barang apapun yang ia bawa di rumah majikannya itu.
“Saya dipindah tidak boleh bawa baju satupun, saya tidak boleh bawa hp, apa yang ada di dalam diri saya itu yang dibawa,” Ucap Nur.
Ia juga mengaku hampir diperkosa dan diancam akan dibunuh jika tidak menuruti hasrat seksualnya. Namun, akhirnya Nur pasrah karena takut akan hal buruk yang nanti menimpanya, ia rela diperkosa dengan cara kekerasan dan dijadikan giliran dengan adik ipar majikannya itu.
“Dia bilang kalau tidak menuruti saya kamu akan saya bunuh, jadi saya takut akhirnya saya berani diperkosa dengan cara kekerasan. Akhirnya saya kena juga,” jelas Nur.
“Abis dari itu tidak berhenti saya juga dibuat giliran oleh adiknya majikan perempuan,” sambungnya.
Setelah dibuang, majikannya itu datang membawa baju Nur dan memberikannya dengan cara yang tidak hormat, semua bajunya digulung di dalam plastik sampah berwarna hitam. Dan dipindah kerja kan lagi tanpa persetujuannya dan tanpa gaji yang tertulis.(*)
Sumber: YouTube/layla Channel1990