SUARA SOREANG - Menteri Luar Negeri Indonesia menyampaikan pidatonya dalam Majelis Umum PBB.
Menurut Menlu, kondisi global saat ini tidak menentu, serupa seperti kondisi yang terjadi pada tahun 1955.
Dimana kondisi antar negara semakin terjadi rivalitas yang sangat kuat, menyebabkan solidaritas dan kepercayaan terus tergerus.
Hal ini dapat dilihat dari tidak terpenuhnya SDGs di negara-negara berkembang, menanggapi permasalahan ini Menlu memberikan pidatonya cukup tajam di Majelis Umum PBB.
Pertama yang disampaikan adalah mendesak kepemimpinan kolektif global. Nasib dunia tidak boleh hanya ditentukan oleh segelintir pihak.
Kedua, mendorong pembangunan untuk semua, sebab yang terjadi pembangunan oleh arsitektur global saat ini hanya menguntungkan beberapa negara saja.
ketiga, memperkuat kerjasama regional. Menurut Menlu Retno Marsudi, institusi regional harus menjadi kontributor utama dalam perdamaian dan kemakmuran dunia.
Seruan pidato Menlu Retno Marsudi, mengutip inti dari Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan tahun 1955. (*)
Baca Juga: Riko Simanjuntak Protes Keras Wasit BRI Liga 1: Mereka Nunggu Kaki Kami Patah Dulu!