Array

Performa Belum Stabil, Taufik Hidayat Minta Ginting-Jojo Kerja Keras

Arief Apriadi Suara.Com
Senin, 30 November 2020 | 14:54 WIB
Performa Belum Stabil, Taufik Hidayat Minta Ginting-Jojo Kerja Keras
Kolase foto Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. (Humas PBSI)

Suara.com - Mantan tunggal putra terbaik Indonesia, Taufik Hidayat menilai Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus kerja keras demi meningkatkan kualitas jelang Olimpiade Tokyo tahun depan.

Menurut Taufik Hidayat, performa dua tunggal putra tersebut belum stabil, meski untuk sementara mampu menembus rangking 10 besar di klasemen Race to Tokyo.

Anthony Sinisuka Ginting untuk sementara berada di peringkat keempat Race to Tokyo, di bawah Kento Momota (Jepang), Chou Tien Chen (China Taipei), dan Andres Antonsen (Denmark).

Sementara Jonatan Christie berada tiga strip di bawah Anthony. Jojo --sapaan akrab Jonatan-- duduk di peringkat ketujuh di bawah Chen Long (China) dan Viktor Axelsen (Denmark).

“Kami perlu melihat apakah performa mereka stabil," kata Taufik Hidayat kepada Olympic Channel dikutip dari Aiyuke, Senin (30/11/2020).

"Maksud saya, di setiap pertandingan, terkadang jika mereka tampil bagus sekarang, tapi kemudian mereka akan menurun, Anda bisa melihat pasang surut."

Mantan pebulutangkis Taufik Hidayat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Mantan pebulutangkis Taufik Hidayat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Taufik membandingkan performa Jonatan dan Anthony dengan tunggal putra peringkat satu dunia saat ini, Kento Momota. Hal itu terbilang jauh, lantaran atlet Jepang hampir terus menerus mampu berada di level elite.

"Tidak seperti Kento Momota yang selalu bisa menjaga stabilitas, semifinal, final, dan bahkan juara, yang terburuk hanya finis delapan besar," beber Taufik Hidayat, peraih medali emas Olimpiade 2004 Athena.

Meski menganggap kedua juniornya belum stabil, Taufik mengatakan bahwa Jonatan dan Anthony bukan tanpa peluang di Olimpiade Tokyo nanti.

Baca Juga: Tak Dipaksa Lolos BWF World Tour Finals, Praveen/Melati Diberi Target Lain

Syaratnya, Jonatan dan Anthony harus melipatgandakan upaya untuk meningkatkan level fisik, mental, dan teknis agar lebih fokus dalam setiap pertandingan.

“Kita harus memiliki kualitas psikologis yang kuat, karena di bawah tekanan negara dan suporter, Anda harus menjadi yang terbaik," kata Taufik Hidayat.

"Jika kita merasa tertekan, maka kita akan kalah, tapi jika kita kuat, maka akan mampu bersaing dengan lawan," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI