alexametrics

Rahmat Erwin Abdullah Pernah Alami Cedera Parah dan Nyaris Pensiun Dini

Irwan Febri Rialdi | Arif Budi
Rahmat Erwin Abdullah Pernah Alami Cedera Parah dan Nyaris Pensiun Dini
Rahmat Erwin Abdullah raih perunggu. (Reuters / Edgard Garrido)

Perjuangan Rahmat Erwin Abdullah penuh lika-liku sebelum berhasil menyabet medali pernggu di Olimpiade Tokyo 2020.

Suara.com - Rahmat Erwin Abdullah berhasil menyabet medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 di cabor angkat besi kelas kelas 73kg. Namun siapa sangka, jauh sebelum dirinya berprestasi, Rahmat punya cerita pilu karena nyaris pensiun dini.

Cerita pilu tersebut dibagikan oleh ibunda Rahmat Erwin Abdullah yang bernama Ami AB. Dilansir dari Suarasulsel.id, Rahmat pernah mengalami cedera pinggang parah.

Saat itu, harapannya untuk menjadi atlet sempat pupus. Bahkan ahli ortopedi juga memvonis Rahmat Erwin Abdullah tidak akan bisa bertanding lagi.

Tentu saja keluarga kalang kabut kabut. Karena kendala uang, Rahmat pun terpaksa menjalani pengobatan tradisional.

Baca Juga: Kalah Power dan Kecepatan, Hendra/Ahsan Andalkan Pengalaman di Semifinal

"Semua tahu, KONI tahu, anak saya cidera, sampai ahli ortopedi bilang ini anak sudah tidak bisa latihan, harus operasi segala macam. Kami hampir putus asa. Suami saya sampai kurus, bayangin. Kita biaya sendiri," ucap ibunda Rahmat.

Tak hanya itu, perjuangan Rahmat untuk berlatih cukup menyedihkan. Tak ada tempat dan peralatan yang memadai. Ayahnya mengaku bahwa Rahmat sempat berlatih di bawah balkon Stadion Mattoanging yang kini sudah dibongkar dan rata dengan tanah.

Rahmat yang dilatih ayahnya, melakukan latihan tanpa penerangan, kadang juga menggunakan lampu pijar. Meski begitu, perjuangannya terbayar manis dengan prestasi di Olimpiade Tokyo 2020 kali ini.

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah merebut medali perunggu di Olimpiade Tokyo. [Vincenzo PINTO / AFP]
Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah merebut medali perunggu di Olimpiade Tokyo. [Vincenzo PINTO / AFP]

Rahmat berhak atas medali perunggu lewat total angkatan 342kg, dengan snatch 152kg serta clean and jerk 190kg yang ia catatkan dalam pertandingan Grup B.

Sementara itu, medali emas jadi milik lifter China, Shin Zhiyong dengan total angkatan 364kg (snatch 166kg serta clean and jerk 198kg), yang sekaligus merupakan rekor baru dunia kelas 73kg putra.

Baca Juga: Mengapa Atlet Suka Gigit Medali saat Foto di Podium? Ini Sejarahnya

Sedangkan medali perak diraih lifter Venezuela, Mayora Pernia Julio Ruben dengan total angkatan 346kg (snatch 156kg serta clean and jerk 190kg).

Komentar