alexametrics

Konsisten Sumbang Medali, Menpora Upayakan Cabor Angkat Besi Semakin Diminati Masyarakat

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Konsisten Sumbang Medali, Menpora Upayakan Cabor Angkat Besi Semakin Diminati Masyarakat
Konsisten Sumbang Medali, Menpora Upayakan Cabor Angkat Besi Semakin Diminati Masyarakat. (Dok: Kemenpora)

Cabor angkat besi kurang peminat.

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan pihaknya akan berupaya untuk mensosialisasikan cabang olahraga angkat besi di tengah masyarakat Indonesia sehingga diminati seperti cabang olahraga lainnya.

Hal tersebut disampaikan Menpora Amali dalam wawancara live dalam program “Lunch Talk" Berita Satu TV, dengan tema: Angkat Besi Konsisten Sumbang Medali, Selasa (3/8/2021) siang.

Namun demikian, Amali mengakui cabang olahraga angkat besi sangat sulit untuk diminati seperti Bulutangkis, Sepak bola dan Bola voli. Sebab, cabang-cabang olahraga tersebut ada pertandingan atau turnamen kejuaraan yang profesional dan hadiahnya sangat besar. Dan, walaupun kalah cabor tersebut tetap diminati masyarakat karena bukan olahraga yang bermain secara individual.

“Olahraga angkat besi ini adalah olahraga individual. Memang kita harus carikan cara, paling tidak masyarakat itu mau dan suka untuk menggeluti cabang olahraga angkat besi. Memang tidak mudah di masyarakat kita terutama bagi yang kaum perempuan,” ungkapnya.

Baca Juga: Greysia/Apriani Raih Emas Olimpiade Tokyo, Menpora: Saya Bersyukur dan Bangga

Namun demikian, Amali optimistis dengan Grand Design Olahraga Nasional pihaknya akan melakukan pembinaan usia dini atlet angkat besi baik melalui sentra olahraga maupun Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) seperti yang ada saat ini di berbagai daerah.

“Mungkin sosialisasi kemasyarakatan akan kita dorong supaya mereka tertarik. Tapi kalau diusahakan untuk bagaimana euphoria masyarakat sama seperti dengan Bulu tangkis, Sepak bola, Bola basket dan Voli itu masih belum,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi dan pembinaan tersebut perlu dilakukan secara bertahap sehingga angkat besi diminta masyarakat. Bahkan, bukan saja di Indonesia, angkat besi dan olahraga seperti panahan, menembak dan olahraga yang jarang ada kejuaraannya nasionalnya kurang diminati.

“Memang kita akan usahakan tetapi untuk sama persis (dengan sepakbola dan bulu tangkis) tidak, tapi menarik minat, mengikuti itu kita butuh dorongan dari semua pihak,” katanya.

Kendati demikian, dia tidak akan menyerah dalam melakukan hal tersebut, karena angkat besi ini adalah olahraga yang secara konsisten berprestasi menyumbangkan medali untuk Indonesia. Bahkan Amali optimistis Olimpiade Paris 2024 mampu maeraih medali emas.

“Kalau kita persiapkan dari sekarang saya punya keyakinan (meraih medali emas),” katanya.

Baca Juga: Cerita Menpora Pilih Ajak Bercanda Greysia/Apriyani Jelang Final Olimpiade

Komentar