2.188 Atlet Ikut Kejuaraan Atletik di Kudus, Jadi Wadah PB PASI Dorong Regenerasi

Arief Apriadi Suara.Com
Minggu, 30 November 2025 | 09:58 WIB
2.188 Atlet Ikut Kejuaraan Atletik di Kudus, Jadi Wadah PB PASI Dorong Regenerasi
2.188 Atlet Ikut Kejuaraan Atletik di Kudus, Jadi Wadah PB PASI Dorong Regenerasi. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • MilkLife Athletics Challenge Seri 2 2025 diselenggarakan di Kudus pada 26–29 November, diikuti 2.188 pelajar dari 184 sekolah.
  • Kompetisi kolaborasi Djarum Foundation, MilkLife, dan PASI ini menampilkan empat kelompok umur dengan total 22 nomor lomba.
  • Ajang ini bertujuan menjadi ruang pembelajaran atletik sekaligus membentuk karakter positif bagi calon atlet masa depan.

Irgi sebelumnya juga menunjukkan performa solid di Popnas 2025, terutama saat membawa pulang emas pada lomba estafet 4x400 meter.

“Seru dan bangga sekali bisa berkompetisi di MilkLife Athletics Challenge saat ini dengan membawa nama sekolah. Di kejuaraan ini aku mengukur kemampuan dan sebagai salah satu persiapan untuk Porprov nanti,” ujar Irgi.

Sukses juga diraih oleh tim SMA NU Al Ma’ruf yang keluar sebagai juara umum KU 18. Dengan 18 atlet dan persiapan satu setengah bulan, mereka meraih total 8 emas, 6 perak, dan 4 perunggu.

Pelatih Miqdam Maulana mengatakan antusiasme peserta membuat proses latihan berjalan maksimal.

“Kami antusias berpartisipasi dalam acara yang diadakan Djarum Foundation ini dan merupakan suatu langkah yang baik untuk mempersiapkan siswa dari KU 10 hingga KU 18,” ucapnya.

Penjelasan Kategori Perlombaan

Berbagai nomor yang dipertandingkan dirancang untuk memperkenalkan ragam cabang dasar atletik kepada peserta di setiap kelompok usia. Untuk nomor cepat, terdapat lari 60 meter, 80 meter, 100 meter, dan 400 meter—semuanya menguji kecepatan murni para pelari.

Nomor menengah dan jauh seperti 1.000 meter, 1.500 meter, dan 3.000 meter menantang ketahanan dan kemampuan mengatur ritme. Di nomor ini, peserta harus menjaga stamina selama beberapa putaran lintasan.

Nomor estafet juga jadi favorit, mulai dari 8x50 meter dan 5x80 meter untuk usia lebih muda, hingga 4x100 meter dan 4x400 meter mixed yang juga dipertandingkan di level Olimpiade. Estafet tak hanya menguji kecepatan, tetapi juga koordinasi pergantian tongkat.

Baca Juga: Sembilan Talenta Muda Lolos Audisi Umum PB Djarum 2025, Ini Daftar Lengkapnya

Jalan cepat hadir untuk KU 15 dan KU 18, mengharuskan peserta bergerak dengan teknik khas: langkah cepat tanpa berlari, menjaga satu kaki tetap menyentuh tanah.

Untuk nomor beregu, Kanga’s Escape memadukan lari cepat dan lompatan gawang dalam lintasan 40 meter, sedangkan Formula 1 menjadi tantangan kombinasi sprint, rolling, lompat gawang, dan slalom.

Frog Jump menekankan kekuatan otot tungkai dengan tiga lompatan eksplosif.

Sementara Turbo Throw memperkenalkan teknik dasar lempar lembing menggunakan turbo berbentuk roket kecil.

Pada nomor teknik atletik klasik, tersedia tolak peluru, lompat jauh, lempar lembing, dan lempar cakram untuk kelompok usia lebih tinggi. Ajang ini ditutup dengan nomor teknik tinggi lompat jangkit (triple jump), yang menuntut koordinasi hop, step, dan jump secara beruntun.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI