-
Ramadhipa finis 5 besar dunia Moto3 Junior 2026 mengandalkan keganasan mesin Honda NSF250RW.
-
Rekor fastest lap tercipta dari duel jarak rapat dengan selisih waktu nol koma detik.
-
Sejarah pole position pertama pebalap Indonesia dicetak di sirkuit legendaris Misano lewat kualifikasi dramatis.
Suara.com - Raungan mesin Honda NSF250RW bernomor #32 menjadi momok menakutkan bagi pebalap Eropa di ajang FIM Moto3 Junior World Championship (WCh) 2026.
Di atas kuda besi rakitan tim ini, pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, tidak hanya sekadar ikut balapan, melainkan beradu mekanik dan nyali di barisan terdepan.
Pemuda 16 tahun asal Sleman ini sukses menyegel peringkat kelima klasemen akhir dunia dengan 146 poin. Berlaga di bawah bendera Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Ramadhipa membuktikan bahwa paduan talenta dan agresivitas settingan motor mampu merobek dominasi pabrikan lain di benua biru.
"Tidak tanggung-tanggung, Ramadhipa tercatat sebagai pebalap Honda dengan raihan poin tertinggi dan trofi terbanyak sepanjang musim, memenangi duel dengan selisih waktu di bawah satu detik!"
Ketangguhan NSF250RW racikan mekanik ini mulai memakan korban sejak seri pembuka di Circuit de Barcelona.
Memaksimalkan slipstream dan kestabilan sasis saat late braking, Ramadhipa merebut podium ketiga pada Balapan 1 dengan selisih waktu sangat rapat +0,144 detik dari pemenang utama.
Klimaks dari sinergi pebalap dan mesin memuncak di Circuito do Estoril, Portugal.
Lewat pertarungan dogfight dramatis hingga meter terakhir, Honda NSF250RW sukses mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi, mengunci kemenangan lewat keunggulan akselerasi yang sangat tipis 0,058 detik atas pebalap Malta, Travis Borg.
Sempat diuji kendala teknis di lintasan Jerez dan Magny-Cours yang memaksanya tertahan di papan tengah, Ramadhipa beserta tim telemetri langsung mengevaluasi mapping motor. Racikan emas itu kembali ditemukan saat kalender balap bergeser ke Valencia.
Di Circuit Ricardo Tormo, agresivitas motor kembali beringas. Ramadhipa melesat ke posisi 6 pada Balapan 2 dan memaksa mesinnya mencetak rekor fastest lap 1 menit 38,797 detik.
Sensasi tarikan mesin ini dipertahankan di MotorLand Aragon, di mana ia memeras tenaga motor hingga batas maksimal untuk finis kedua, hanya tertinggal 0,037 detik dari Carlos Cano.
Pembuktian sesungguhnya dari kapasitas mesin dan mental pebalap tersaji di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia.
Ramadhipa mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang merebut pole position di Misano, mencatatkan waktu kualifikasi fantastis 1 menit 41,370 detik.
Pada Race 1, manuver berani membawanya finis keempat untuk mengamankan 13 poin krusial.
Puncaknya terjadi pada Race 2; meski sempat terlempar ke posisi enam, bukaan gas maksimal membantunya kembali merangsek naik dan mencetak fastest lap 1 menit 41,511 detik.

Di tikungan terakhir lap penutup, top speed NSF250RW nyaris mengunci kemenangan, mengamankan podium kedua dengan jarak sehelai rambut, 0,006 detik dari Fernando Bujosa.
"Saya senang bisa menutup musim dengan hasil positif, finis keempat di race 1 dan meraih podium kedua di race 2. Saya belajar banyak dari kedua balapan dan bangga dengan perkembangan kami sepanjang musim ini. Terima kasih kepada tim atas kerja keras dan dukungannya. Kami akan terus berkembang dan kembali lebih kuat tahun depan," ungkap Ramadhipa.
Senada dengan sang pebalap, General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, melihat pencapaian ini sebagai tonggak penting bagi dunia balap motor Tanah Air.
"Podium di Misano menjadi penutup musim yang positif bagi Ramadhipa. Semoga hasil ini semakin menguatkan langkahnya untuk menembus level balap yang lebih tinggi, sekaligus memantik semangat pebalap muda Indonesia lainnya untuk berani mengukir prestasi di kancah dunia," tegas Andy.