Sukabumi.suara.com - Ida Dayak jadi pesohor di Indonesia setelah cara pengobatan tradisionalnya viral di media sosial.
Bahkan, pengobatan Ida Dayak di Lapangan Tembak Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, pada Senin (3/4/2023) diserbu masyarakat dari berbagai Tanah Air mulai dari Lampung hingga Madura.
Sayangnya, jumlah massa yang membludak membuat pengobatan Ida Dayak di lapangan Kostrad tidak bisa diselesaikan.
Kalau kita lihat di video-video Ida Dayak sedang mengobati pasien, terlihat dia selalu mengoleskan minyak hasil ramuannya.
Ketika minyak tersebut dioleskan ke pasien, Ida Dayak terlihat melakukan ritual seperti orang sedang menari dengan khusyuk. Banyak pasien yang awalnya mengalami cacat tulang akhirnya sembuh.
Kini, Ida Dayak dirumorkan bisa menghidupkan kembali orang yang meninggal dengan minyak ajaibnya.
Channel YouTube Central Berita Indonesia membuat thumbnail yang provokatif, "Mengejutkan, Semua Orang Tak Percaya Detik-Detik Ibu Ida Dayak Hidupkan Orang yang Sudah Mati Dengan Satu Oles Minyak".
Gambar pada thumbnail juga direkayasa hingga bikin netizen penasaran dengan konten videonya. Bahkan, ada gambar Jokowi dan Pangeran Arab Saudi juga.
Bahkan, tak ketinggalan ada gambar seseorang tengah mengenakan kain kafan yang sedang terbaring seperti orang sudah meninggal.
Kemudian, untuk judul juga tak kalah provokatifnya, "Heboh Hanya Dengan Sekali Oles Ibu Ida Dayak Mampu Hidupkan Orang Yang Sudah Matai.."
Video tersebut sudah ditonton lebih dari 2 ribu kali saat artikel ini dibuat pada Minggu (9/4/2023).
Apakah video yang dinarasikan benar adanya?
Dilansir dari Metro Suara, setelah ditelusuri video berdurasi 4 menit 41 detik itu merupakan berita palsu atau hoaks.
Tak ada bukti kalau Ida Dayak bisa menghidupkan orang meninggal dengan minyak bintang.
Apalagi, narator di video tersebut cuma menceritakan perjalanan karir ibu Ida Dayak
Kesimpulan
Narasi yang disampaikan kanal YouTube itu sepenuhnya berita hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini jadi bagian konten Cek Fakta Suara.com. Konten ini dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].