Drone Bayraktar Kalah Pamor, UAV Kamikaze Shahed Buatan Iran Lebih Merusak di Ukraina

Sukabumi

Selasa, 09 Mei 2023 | 22:42 WIB
Drone Bayraktar Kalah Pamor, UAV Kamikaze Shahed Buatan Iran Lebih Merusak di Ukraina
Drone Shahed-136 buatan Iran (Tangkapan layar YouTube)

Sukabumi.suara.com - Drone Shahed Buatan Iran mungkin sudah melampaui drone Bayraktar TB2 buatan Turki dalam hal efektivitas dan popularitas saat digunakan Rusia untuk meluluhlantakkan pasukan Ukraina.

Pada bulan-bulan awal konflik, drone Bayraktar TB2 berperan penting bagi militer Ukraina dalam menghancurkan kolom lapis baja Rusia dan pasukan yang berbaris menuju ibu kota Kyiv.

Media sosial pun diramaikan oleh video tank Rusia, sistem pertahanan udara, dan truk pasokan yang dihancurkan oleh serangan artileri yang dibantu Bayraktar TB2.

Bayraktar pun jadi cerita rakyat Ukraina terhadap invasi Rusia. 

Rakyat Ukraina bahkan membuat lagu rakyat tentang Bayraktar TB2. Mungkin jadi salah satu lagu pertama yang pertama ditulis mengenai drone tempur yang diunggah ke YouTube pada 1 Maret 2022.

Bayraktar TB2 pun jadi lebih dari sekedar peralatan militer karena drone ini sudah jadi inspirasi orang Ukraina untuk berdiri teguh melawan agresi Rusia.

Misalnya, pasukan polisi Ukraina menamai anak anjing Gembala Jerman 'Special Bayraktar' karena kemampuannya menggonggong dan memperingatkan orang lain soal ledakan yang akan datang.

Kebun Binatang Kyiv juga memberi nama bayi lemur 'Bayraktar'.

Namun, sekarang sudah berubah ketika perang bergeser ke wilayah Donbas di Ukraina Timur, di mana pasukan Ukraina tampaknya enggan menggunakan Bayraktar TB2 karena beberapa drone ini mulai ditembak jauh oleh sistem rudal permukaan ke udara (SAM) Rusia.

baca juga

Rusia Pecundangi Bayraktar

Dua pilot pesawat tempur Ukraina dalam sebuah wawancara pada Juni 2022 mengatakan bahwa Bayraktar TB2 sudah menjadi "hampir tidak berguna" dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh pertahanan udara Rusia di wilayah Donbas timur.

Jurnalis Rusia Alexander Stepanov melaporkan bahwa sistem pertahanan udara seri Tor-M2, S-300 dan Buk Rusia yang dikerahkan di Republik Rakyat Luhansk (LPR) telah sangat efektif dalam mencegat drone tempur Ukraina, termasuk drone Bayraktar.

Komandan Baterai Tor-M2 Rusia bernama Vladislav, yang ditempatkan di LPR, juga mengatakan bahwa tidak sulit bagi awak pertahanan udara untuk mendeteksi drone Bayraktar karena ukurannya yang besar.

Tugas utama tim, kata Vladislav, adalah menabrak Bayraktar pada jarak semaksimal mungkin sebelum dapat meluncurkan rudal jarak jauh.

Vladislav menjelaskan bahwa baterai Tor-M2 bisa mencegat target udara musuh dan awak sistem senjata lain, seperti sistem pertahanan udara Buk-M2 dan S-300.

"Jika (drone) tidak memasuki zona pembunuhan kami, maka kami mengirimkan informasi tentang Bayraktar ke unit tetangga yang mengerjakannya. Di sini, sistem pertahanan udara bekerja bersama," katanya.

"Jika kita tidak menembak jatuh, kompleks yang lebih kuat akan bekerja - Buk, S-300. Interaksi telah terjalin sepenuhnya. Ada kalanya mereka meneruskan targetnya kepada kami agar tidak menembak jatuh drone yang sama dengan rudal besar," kata Vladislav.

Drone Bayraktar terbukti tidak efektif di wilayah yang dipenuhi sejumlah besar sistem pertahanan udara yang bekerja secara terkoordinasi.

Drone Shahed-136 buatan Iran [Tangkapan layar YouTube]
Drone Shahed-136 buatan Iran (sumber: Tangkapan layar YouTube)

Drone Shahed Digdaya di Perang Ukraina

Rusia sempat dikritik karena tidak mengerahkan kemampuan udara tak berawak seefektif Bayraktar TB2 hingga akhirnya memperkenalkan amunisi berkeliaran Shahed buatan Iran.

Iran bahkan dianggap salah satu negara adidaya drone yang sedang berkembang.

Iran membanggakan banyak kendaraan udara tak berawak (UAV) mulai dari sistem jarak pendek yang kecil dan ringan hingga UAV menengah hingga berat untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR).

Namun, drone kamikaze atau bunuh diri Shahed-136 telah membangun reputasi yang cukup baik di perang Rusia-Ukraina.

Meskipun Shahed-136 tidak secanggih teknologi AS, Israel, China atau bahkan beberapa drone buatan Rusia, Moskow secara efektif memperkerjakan Shahed untuk menghancurkan posisi Ukraina.

Bahkan, militer Rusia telah menyasar target menggunanak Shahed jauh di belakang garis depan Ukraina. (Eurasiantimes)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

35 Drone Shahed Buatan Iran Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina

35 Drone Shahed Buatan Iran Dipakai Rusia untuk Serang Ukraina

Sukabumi | Selasa, 09 Mei 2023 | 21:30 WIB

Putin Terancam Dikhianati Para Jenderalnya

Putin Terancam Dikhianati Para Jenderalnya

Sukabumi | Selasa, 09 Mei 2023 | 21:07 WIB

Serangan Baru Zionis Israel Tewaskan 12 Orang di Gaza, Termasuk Komandan Tertinggi Gerakan Jihad Islam

Serangan Baru Zionis Israel Tewaskan 12 Orang di Gaza, Termasuk Komandan Tertinggi Gerakan Jihad Islam

Sukabumi | Selasa, 09 Mei 2023 | 20:38 WIB

Pidato Keras Putin ke Barat: Ideologi Superioritas Pada Dasarnya Menjijikkan, Kriminal dan Mematikan

Pidato Keras Putin ke Barat: Ideologi Superioritas Pada Dasarnya Menjijikkan, Kriminal dan Mematikan

Sukabumi | Selasa, 09 Mei 2023 | 19:26 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB