Suara Sumatera - Persidangan pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sejumlah fakta terungkap dari persidangan tersebut.
Salah satunya keberadaan ruangan khusus senjata milik Ferdy Sambo yang diungkan oleh Putri Candrawathi. Hal ini terungkap saat Bharada E atau Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu menceritakan pernah diminta mengangkat senjata ke ruangan khusus senjata di kamar pribadi Ferdy Sambo, di rumah Saguling.
Richard saat memberikan keterangan dengan terdakwa Bripka Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma'ruf sempat mengaku kaget. Dia pada mulanya tidak mengetahui jika terdapat lemari penyimpanan senjata di rumah tersebut.
"Waktu dulu, waktu pertama kali saya tidak tahu itu kamar siapa Yang Mulia," aku Richard.
Saat masuk kamar, Putri Candrawathi mengajak dan menyusuh masuk ke ruangan tersebut. Posisi ruangannya ada di dekat kasur, samping televisi dan ada tembok penutup.
"Nah ibu (PC) masuk situ, ibu buka lemarinya, saya lihat eh...senjata semua Yang Mulia. Ada lemari senjata," ucap Richard.
Richard mengatakan, dia masuk ke kamar untuk menyimpan senjata yang dipakai Brigadir J saat mengawal Putri saat dari di Magelang, Jawa Tengah.
Setelah terjadi keributan antara Kuat dan Yosua di rumah itu pada 7 Juli 2022, seorang ajudan lain Sambo, Bripka Ricky Rizal Wibowo, segera mengamankan senapan itu.
Ricky menyerahkan senapan itu untuk dibawa Richard hingga kembali ke Jakarta sehari kemudian. Sehari kemudiannya lagi, Brigadir J dibunuh.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sulawesi Barat Hari Ini, Selasa 6 Desember 2022: Hujan Mamuju dan Pasangkayu
Sebelum masuk ke ruangan khusus senjata itu, Bharada E meminta izin.
"Setelah simpan saya bilang 'izin ibu saya keluar'. Ya sudah, saya keluar, saya ajak Om Kuat turun ke bawah," kata Richard.
Hakim Wahyu Iman Santoso kemudian menanyakan apakah Richard pernah melihat Putri pakai senjata api. "Saudara Putri pernah Anda lihat pakai senjata, menembak?" tanya Hakim Wahyu.
"Saya tidak pernah lihat Yang Mulia," jawab Richard.
"Tapi dia cukup tahu senjata?" tanya Hakim Wahyu kemudian
"Tahu Yang Mulia," ujar Richard seperti yang dilihat dari chanel YouTube Kompas TV.