Suara Sumatera - Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun menjadi perbincangan setelah pernyataannya tentang Jokowi dan Luhut viral di media sosial.
Cak Nun secara blak-blakan menyebut Jokowi seperti Firaun dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bak Haman.
Bukan hanya Jokowi dan Luhut, Cak Nun mengatakan Indonesia juga telah dikuasai oleh Qorun, yakni pengusaha yang berjuluk 10 naga.
"Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi. Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 Naga. Terus Haman yang namanya Luhut," ucap Cak Nun seperti dikutip melalui unggahan akun Twitter @GunRomli pada Senin (16/1/2023).
Menurut Cak Nun, seluruh sistem di pemerintahan telah diambil alih oleh Jokowi, Luhut, dan para pengusaha 10 naga.
"Negara kita sesempurna dicekel [dipegang] oleh Firaun, Haman, dan Qorun. Itu seluruh sistemnya, seluruh perangkatnya, semua alat-alat politiknya sudah dipegang mereka semua. Dari uangnya, sistemnya, sampai otoritasnya, sampai apapun," ujar Cak Nun.
Yang menjadi pertanyaan siapakah sosok Haman yang dimaksud Cak Nun dalam menggambarkan sosok Luhut?
Dalam kitab suci agama Islam, Alquran, nama Haman disebut setidaknya enam kali di sejumlah surat. Haman adalah seorang penasehat, yang bisa juga dikatakan menteri kepercayaan Raja Firaun, di era Nabi Musa.
Saat Nabi Musa membawa risalah dari Allah SWT untuk menyadarkan Firaun, Raja Mesir itu lalu berkonsultasi dengan Haman.
Perkataan Haman agar Firaun menolak risalah yang dibawa Nabi Musa diturutinya. Firaun juga memerintahkan Haman untuk membangunan bangunan yang tinggi dari tanah liat yang dibakar agar bisa melihat Tuhan Nabi Musa.
Dalam buku berjudul "Firaun, Haman, dan Misteri Piramida: Mengungkap Peninggalan Peradaban Mesir Kuno"
karya Wisnu Tanggap Prabowo, Haman adalah sebutan untuk seorang pendeta di era Firaun Raja Ramses II.
Nama asli Haman adalah Bakenkhons. Ia seorang pendeta bagi Dewan Amun di Thebes. Selain pendeta, Bakenhons juga adalah seorang kepala pekerjaan pendirian bangunan.
Karir Bakenkhons bermula sejak Raja Seti I. Ia mengenyam pendidikan selama empat tahun saat usianya masih empat tahun.
Sejak usia empat tahun itulah, Bakenkhons belajar membaca, menulis, mengendarai kereta kuda dan memanah.
Awalnya ia bekerja mengurus kuda-kuda di Kuil Amun di Karnak sebelum bergabung dalam kependetaan di kuil tersebut hingga menjadi salah satu Utusan Dewan Amun. Bakenkhons juga menjadi salah satu arsitek Ramses II.
Ia juga mendirikan kuil di Karnak dan di kemudian hari karirnya melesat menjadi pendeta tertinggi dewa Amun di Thebes di mana ia menjabat posisi itu selama 27 tahun. Bakenkhons adalah di antara arsitek terbaik dalam sejarah Mesir kuno.
Bakenkhons wafat di usia 90 tahun. Ia mati bersama Firauan yang ditenggelamkan oleh Allah SWT di Laut Merah.