Suara Sumatera - Depo Pertamina Plumpang yang terletak di Kecamatan Koja, Jakarta Utara terbakar pada Jumat (3/3/2023) malam. Akibatnya, belasan orang meninggal dunia dan melukai puluhan lainnya.
Seiring dengan kejadian Depo Pertamina Plumpang terbakar, beredar kabar yang mengklaim bahwa bahan bakar minyak (BBM) akan langka akibat insiden tersebut.
Informasi BBM langka buntut Depo Pertamina Plumpang terbakar dibagikan sebuah akun Facebook pada 4 Maret 2023.
Adapun status yang ditulis si akun Facebook sebagai berikut:
"Bakal mahal dan langka lagi bbm..depo pertamina plumpang Jakarta Utara penyuplai 20% bbm di Indonesia kebakaran."
Lantas benarkah klaim kebakaran depo Pertamina Plumpang membuat BBM akan langka?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6.com, klaim kebakaran depo Pertamina Plumpang membuat BBM akan langka merupakan informasi hoaks.
Faktanya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso memastikan bahwa pasokan BBM aman.
Fadjar mengungkapkan walaupun status darurat telah dicabut, Pertamina masih tetap mengantisipasi kebutuhan BBM di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya dengan menjalankan alih supply dari dari Terminal BBM Tanjung Gerem, Terminal BBM Cikampek, dan Terminal BBM Ujung Berung.
Baca Juga: Indy Barends Bagikan Momen Indra Bekti dan Aldila Jelita Pelukan, Ungkap Pesan Menyentuh
Untuk memperkuat pasokan, penyaluran BBM juga dilakukan dari Kilang Balongan dan Kilang Cilacap melalui jalur laut ke Terminal BBM Tanjung Priok.
“Upaya alih suplai ini diperlukan untuk memastikan pasokan BBM tetap terpenuhi bagi masyarakat,” kata Fadjar, Minggu (4/3/2022).
Dalam artikel berjudul "Depo Pertamina Plumpang Terbakar, Erick Thohir Jamin Pasokan BBM Aman" yang dimuat situs Liputan6.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, persediaan BBM di sejumlah depo Pertamina masih cukup memasok kebutuhan masyarakat.
“Di Cikampek ada stok Pertalite 20399 KL yang cukup 10 hari dan Pertamax 6137 KL atau cukup 11 hari. Sementara di TBBM Ujung Berung dengan Pertalite 24250 KL (11,5 hari) dan Pertamax 22,004 KL (29,2 hari),” ujar Erick.
Dia mengatakan dukungan persediaan BBM juga ada di TTU Balongan yang memiliki stok Pertalite 80,014 KL (CD 57 hari) dan Pertamax 50,626 KL (170 hari), serta tambahan pasokan dari Kilang Balongan dan Kilang Cilacap dapat dilakukan melalui lsut ke TBBM Tanjung Priuk.
KESIMPULAN
Dari keterangan di atas, kabar yang menyatakan kebakaran depo Pertamina Plumpang membuat BBM langka adalah informasi tidak benar alias hoaks.