Suara Sumatera - Kasus perselingkuhan Syahnaz Sadiqah dengan Rendy Kjaernett mengungkap fakta baru. Ternyata aplikasi ojek online (ojol) bisa dipakai untuk chatting atau mengirim pesan.
Hal inilah yang dilakukan Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett. Mereka memanfaatkan fitur chatting di aplikasi ojol.
Menurut pakar telematika Abimanyu, chat antara Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett di aplikasi ojol tidak mungkin direkayasa.
Alasannya kata Abimanyu, karena hingga kini belum ada tiruan dari aplikasi ojol tersebut.
"Sampai sekarang belum ada orang yang iseng membuat aplikasi tiruannya, ngapain juga? Jadi apapun yang digunakan di situ, adalah real (bukan rekayasa). Informasi yang ditampilkan di situ real," ujarnya.
"Permasalahannya, saat itu menjadi sesuatu yang real, maka tidak ada lagi orang yang bisa menuduhkan, 'Oh ini ada rekayasa.' Nggak mungkin, karena belum ada aplikasi rekayasanya," kata Abimanyu.
Ide Rendy dan Syahnaz berselingkuh lewat aplikasi ojol mungkin brilian. Namun jika ketahuan, mereka tidak akan bisa mengelak bahwa itu direkayasa karena hingga kini belum ada aplikasi tiruannya.
Sebagaimana diketahui, dugaan perselingkuhan Syahnaz dibongkar oleh istri Rendy, Lady Nayoan. Banyak bukti yang dibeberkan, termasuk tangkapan layar chat mereka di aplikasi ojol.
Menurut pakar telematika Abimanyu, Lady Nayoan tidak melanggar hukum hanya karena meng-capture chat suaminya dan Syahnaz.
Baca Juga: Bukan Selingkuhan! Rafael Tan Beri Bantahan Pedas, Singgung Nasib Inge Anugrah di Tengah Perceraian
"Apakah itu dilarang atau tidak? Normalnya meng-capture chat itu nggak ada larangan, boleh-boleh saja," ujarnya dikutip dari kanal YouTube Cumicumi, Rabu (28/6/2023).
Perusahaan ojol juga tidak bisa melarang penggunanya untuk chattingan seperti Rendy dan Syahnaz, kecuali sebelumnya ada larangan spesifik bahwa chat room tidak boleh digunakan selain untuk keperluan transportasi.