sumatera

Sindrom Hard Flaccid Bikin Penis Lembek Walau Sudah Berdiri, Ketahui Gejalanya!

Suara Sumatera Suara.Com
Jum'at, 08 September 2023 | 17:21 WIB
Sindrom Hard Flaccid Bikin Penis Lembek Walau Sudah Berdiri, Ketahui Gejalanya!
Ilustrasi penis / Mr P lelaki (Shutterstock)

Suara Sumatera - Ereksi Mr P atau penis merupakan permulaan jelang pria melakukan penetrasi ke vagina wanitanya. Ereksi yang tidak sempurna bisa mengurangi kepuasan hubungan seks.

Ada pria yang mengalami penisnya sudah berdiri tapi terasa masih lembek. Ada juga penis agak keras tapi 'berdiri' terlalu rendah.

Nah, kondisi tersebut disebut juga sebagai sindrom hard flaccid. Seperti disfungsi seksual lainnya, hard flaccid dapat bervariasi tingkat keparahannya.

Gejalanya bisa berkisar dari penis terasa mati rasa saat istirahat hingga nyeri terus-menerus.

Hal ini juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, karena pria mungkin mengalami kesulitan mempertahankan ereksi atau mengalami nyeri ereksi. Keras, lembek dianggap sebagai salah satu jenis sindrom nyeri panggul kronis.

Meski banyak dialami para pria di dunia, tetapi sindrom hard flaccid belum diakui sebagai kondisi medis resmi oleh para profesional kesehatan.

Dikutip dari Hims, hard flaccid bisa bersifat ringan dan hanya berlangsung selama beberapa bulan atau menjadi masalah jangka panjang yang berlangsung selama bertahun-tahun sebelum didiagnosis dengan tepat.

Sindrom hard flaccid bisa terjadi pada pria berusia mulai dari remaja akhir hingga pertengahan tiga puluhan, meskipun kasus telah dilaporkan secara online pada pria yang baru melewati masa pubertas hingga usia tujuh puluhan.

Kondisi penis yang agak keras dan lembek itu dapat terjadi karena beberapa faktor berbeda, seperti cedera pada penis, otot dasar panggul yang tegang, atau stres, dan kecemasan.

Baca Juga: Cara Bikin Penis Ereksi Lebih Lama, Istri Harus Bantu!

Meskipun masih banyak yang harus dipelajari mengenai kondisi ini, sindrom hard flaccid mendapat lebih banyak perhatian dari mereka yang menangani disfungsi seksual pria, serta dari profesional kesehatan dan ilmuwan.

Tekstur penis yang tidak konsisten keras saat ereksi jadi gejala paling umum dari sindrom hard flaccid. Jika gejalanya menetap, hard flaccid dapat menyebabkan masalah lain seperti kurangnya minat terhadap seks dan tekanan emosional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI