Suara Sumatera - Kasus kopi sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin di mana pelakunya adalah sahabatnya sendiri Jessica Wongso kembali ramai dibicarakan di publik.
Arus utama pendapat publik saat ini membela sosok Jessica Wongso yang dihukum 20 tahun penjara atas pembunuhan berencana terhadap Mirna.
Publik yakin Jessica Wongso bukanlah pelaku pembunuhan Mirna setelah mereka menonton film dokumenter “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso”.
Sandy Salihin, saudara kembar Mirna, tak mau memberikan klarifikasi apapun terkait kasus yang sudah terjadi 7 tahun lalu ini.
“Kayaknya nggak perlu tapi coba saya pikirkan. Karena begini Mas Den, dengan semua isu yang ada di luar sana, orang melupakan kalau Mirna sudah tidak ada,” ujar Sandy Salihin kepada Denny Sumargo, dikutip pada Kamis (12/10/2023).
Sandy Salihin pun tak mempermasalahkan jika saat ini opini publik membela Jessica Wongso. Toh kata dia, semua itu tidak akan pernah bisa mengembalikan nyawa Mirna.
“Kalaupun Jessica dibebaskan dan kalaupun publik lebih membela Jessica, saya nggak apa-apa. Karena itu pun tidak akan bisa mengembalikan nyawa Mirna,” kata dia.
Walau tak mau bicara di publik, Sandy Salihin mengunggah beberapa video wawancara dirinya dalam program 60 Minutes Australia.
Pada video yang tayang tahun 2018 itu, Sandy mengatakan, hanya Jessica Wongso yang tidak menangis ketika melihat Mirna sekarat akibat racun sianida di Kafe Olivier.
Baca Juga: 3 Pemain Timnas Indonesia yang Perlu Dicadangkan pada Leg Kedua Kontra Brunei Darussalam
“Dia sama sekali nggak nangis. Dia satu-satunya orang yang nggak nangis di sana,” ungkap Sandy Salihin.
Menurut Sandy, Jessica Wongso terlihat tenang ketika Mirna Salihin dibawa ke rumah sakit. Bahkan kata dia, Jessica Wongso masih bisa tertawa dan tersenyum ketika sudah menyandang status tersangka.
Melihat hal ini, Sandy Salihin berkesimpulan Jessica Wongso menikmati semua sorotan kepada dirinya walau itu terkait kasus pembunuhan.
“Saya pikir dia menikmati semua perhatian itu. Sepertinya dia menyukai semua perhatian yang datang karena tidak pernah merasakannya, mungkin,” ujar Sandy.
“Saya rasa dia memang menikmati perhatian media,” tandas Sandy.