Hanya butuh satu setengah tahun baginya untuk jadi kiper utama Singo Edan. Pelatih Arema musim 2009-2010, Robert Rene Alberts melihat bakat besar dalam diri Meiga. Meiga dipromosikan jadi kiper utama menggantikan Markus Horison yang akhirnya keluar pada putaran kedua.
Pada usia 20 tahun, Meiga membawa Arema juara ISL dan jadi pemain terbaik tahun itu. Kiprahnya semakin gemilang ketika menjadi kiper Timnas senior.
Jejak Meiga bergabung dengan Singo Edan kemudian diikuti kakaknya Achmad Kurniawan. Cukup langka waktu itu, Arema memiliki kakak beradik yang semuanya dalam posisi penjaga gawang.
Namun sayang, kedua kiper itu mengakhiri kebersamaan dengan Arema pada 2017. Achmad Kurniawan tutup usia pada 10 Januari 2017 di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan Kurnia Meiga menderita penyakit kebutaan mendadak.