SuaraSumedang.id - Seorang Bisnis Man sukses di usia yang muda, tentu saja sangat diinginkan oleh banyak orang.
Seringkali bisnis yang sukses mampu melalui proses yang sangat panjang dan banyak pengalaman.
Dinamika yang terjadi dalam bisnis tentu tidak akan semudah yang Anda bayangkan.
Pasti ada pasang surutnya, kadang kita beruntung dan bukan tidak mungkin, terkadang kita juga kesulitan dalam menjalankannya.
Seperti yang kita ketahui bersama, sejak kecil Rasulullah dididik oleh Allah swt menjadi pribadi yang mandiri, pekerja keras, kuat dan sabar, salah satunya orang-orang dari Nabi mencerminkan hal itu dalam kaitannya dengan melakukan bisnis.
Bukti kekayaan Nabi yang salah satunya menurut hadits riwayat Muslim adalah ketika memberikan mahar kepada Aisyah RA sebesar 500 dirham.
Satu dinar emas setara dengan 10 dirham perak, jika dikonversikan 500 dirham sama dengan 40 juta.
Selain itu, masih banyak lagi bukti kekayaan yang dimiliki Nabi Muhammad sebagai seorang pengusaha handal, seperti dilansir dari yoursay.suara.com Senin (05/09/2022).
Rasulullah Berjiwa Baja
Baca Juga: Efek Domino Kenaikan Harga BBM pada Perbankan, Klaim OJK: Pertumbuhan Ekonomi Kuat di atas 5%
Agar menjadi seorang pedagang yang handal dan sukses sejak usia dini, Rasulullah tidak hanya terjun langsung, tetapi dibesarkan sejak kecil menjadi orang yang memiliki pola pikir yang kuat.
Rasulullah sudah yatim piatu sejak berusia 6 tahun dan harus kehilangan kasih sayang orang tuanya.
Ia pernah bekerja sebagai buruh harian lepas bagi penduduk kota Mekkah sambil diasuh oleh pamannya untuk menopang perekonomian keluarga.
Menjadi seorang pebisnis atau entrepreneur dengan mindset yang kuat adalah aset terpenting yang bisa dimiliki seseorang.
Jika mental seseorang sudah ada maka ia akan siap menghadapi berbagai peluang yang mungkin muncul di masa depan, seorang pebisnis atau entrepreneur akan berani mengambil resiko.
Memang, berapa banyak makanan yang diinginkan seorang pria sama dengan seberapa berani dia mengambil risiko.
Rasulullah SAW sebagai Gembala
Sejak ia memiliki anak, ia telah juga pernah menjadi gembala. Allah swt memerintahkan para Nabi dan membekali mereka agar memiliki kemampuan menggembalakan.
Karena hikmah kokoh yang kita ambil dari seorang Rasul adalah jiwa kepemimpinan yang baik, karena di dalamnya mereka mengatur, memelihara hewan, dan itu semua bukanlah perkara mudah.
Saat menjadi gembala, dia belajar banyak tentang berurusan dengan hewan dan kemudian dengan manusia sampai akhirnya dia bisa mengatur hidupnya dengan lebih baik.
Seorang pebisnis atau entrepreneur dengan kepemimpinan dan manajemen yang baik niscaya akan berdampak pada keberlangsungan usahanya.
Seberapa besar kapasitas yang dimiliki seseorang mengorganisir anggotanya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Serta seberapa baik seseorang dapat mengatur dan menerapkan berbagai kebijakan perusahaan yang selaras dengan visi dan gaya kepemimpinan mereka.
Rasulullah Bisa Karena Biasa
Dari pengalaman yang ia miliki, ia membentuk pribadi yang mandiri, tanpa kompromi, kuat dan berani mengambil keputusan dalam kondisi sulit. Pada saat ini, Abu
Thalib telah bangkrut dalam perdagangan.
Rasulullah, dengan segala pengalaman dan ilmu yang dimilikinya selama menjabat, mampu mengambil keputusan besar untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Tidak mungkin seorang pebisnis atau wirausahawan tidak melalui proses pembelajaran terlebih dahulu.
Menemukan pengalaman yang cukup untuk membangun bisnis Anda sendiri menjadi sangat penting.
Dengan cara ini kita lebih tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita yang perlu kita tingkatkan dan tingkatkan jika kita ingin memulai bisnis atau bisnis.
Karena proses atau pengalaman yang benar tidak akan mengungkapkan hasil yang kita terima.
Rasulullah as Memiliki Sifat Al-Amin
Gelar menjadi Al-Amin bukanlah hal yang mudah bagi nabi . Berbekal gelar tersebut, ia akhirnya dipercaya oleh banyak orang sebagai orang yang dapat diandalkan, jujur, dan dapat dipercaya.
Selain dapat diandalkan, ia juga sangat ramah sehingga memudahkannya mendapatkan teman dari semua lapisan masyarakat.
Dalam dunia wirausaha, kepercayaan adalah aset wirausaha yang hebat dan memiliki kredibilitas yang tinggi.