SuaraSumedang.id - Irjen Purnawirawan Ricky Sitohang, angkat bicara perihal kasus pemunuhan Brigadir J yang masih belum usai.
Ricky menyampaikan ada dua orang biang kerok dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini.
Hal itu disampaikan berdasarkan analisa sementaranya.
"Kalau kita lihat pokok ceritanya analisis saya sementara biang keroknya dua, Kuat Ma'ruf dan Putri," tuturnya dilansir dari Suara Kamis (22/9/22).
Menurutnya, seharusnya Putri bisa menjaga martabatnya dan meluruskan Ferdy Sambo bukan malah ikut ke dalam skenarionya.
Dia juga menanggapi isu pelecehan yang dilakukan Brigadir J yang menurutnya tidak masuk akal.
"Saya mengatakan jauh dari kemungkinan tidak akan berani seorang Yosua [melakukan pelecahan]," sambungnya.
Ricky menegaskan, dirinya tidak percaya jika Brigadir J melakukan pelecehan.
"Kan suatu hal yang ironis seorang Yosua, seorang Kuat Ma'ruf bisa masuk ke kamarnya, suatu hal yang sangat luar biasa terlepas dengan kasusnya," ujarnya.
Baca Juga: Seorang Perempuan Nekat Tusuk Penumpang Angkot di Tanjungsari, Sumedang
Ferdy Sambo Tiba-tiba Bintang Dua
Ricky juga menyampaikan keheranannya pada karier Ferdy Sambo yang tiba-tiba melesat.
Terlebih menurutnya ketika Ferdy Sambo menjadi bintang dua sementara banyak seniornya yang belum dan masih dibawahnya.
"Saya enggak tahu pikirannya Sambo itu apa, enggak pernah jadi Kapolda tiba-tiba bintang dua," ungkapnya.