sumedang

Menyoal Ancaman Resesi 2023, Jokowi: Kita Harus Tetap Optimistis

Suara Sumedang Suara.Com
Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:23 WIB
Menyoal Ancaman Resesi 2023, Jokowi: Kita Harus Tetap Optimistis
Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

SuaraSumedang.id - Menyoal ancaman resesi yang akan datang pada tahun 2023 mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, rasa optimistis perlu digaungkan.

Oleh karenanya, Jokowi meminta seluruh pemangku kepentingan hingga pelaku usaha untuk menatap optimisme perekonomian pada tahun depan.

Menurut Jokowi, bahwa negara lain mungkin akan gelar dengan kondisi ekonominya, tapi untuk Indonesia jangan sampai seperti itu.

"Jadi kita semuanya harus tetap optimitis, meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan tahun ini sulit, tahun depan akan gelar, silakan negara-negara lain, negara kita harus tetap optimistis," kata Jokowi, di Tangerang dalam acara Trade Expo Indonesia ke-37, Rabu (19/10/2022).

Di samping itu, Jokowi mengatakan, semua pihak harus memasang sikap waspada karena ancaman resesi ini sulit diprediksi kapan akan munculnya.

"Tetapi memang harus waspada, harus hati-hati, karena badainya itu sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi. Akan menyebar sampai ke mana, imbasnya ke kita seperti apa," ucapnya.

Seperti diberitakan Suara.com sebelumnya, Indonesia masuk dalam daftar survei Bloomberg yang terancam mengalami resesi ekonomi dengan probabilitas mencapai 3 persen.

Kendati begitu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tetap tenang soal daftar tersebut.

"Indonesia dalam hal ini probabilitas resesi menurut survei tersebut 3 persen dibandingkan dengan negara-negara tersebut jauh lebih kecil," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita.

Baca Juga: Lesti Kejora Putuskan Berdamai dengan Rizky Billar, Ramzi Beri Tanggapan Menohok

Dikatakan lebih kecil sebab dalam survei tersebut terlihat negara lain, seperti Sri Lanka memiliki probabilitasnya mencapai 85 persen. Eropa probabilitasnya 55 persen, dan Amerika Serikat 40 persen.

China jug masuk dalam daftar tersebut dengan probabilitas 20 persen. Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Australia, Taiwan, Malaysia, dan Thailand juga sederet negara lainnya.

Meski Indonesia masuk dalam probabilitas, Sri Mulyani menekankan posisi Indonesia masih cukup baik.

Seperti yang diramalkan dana moneter internasional (IMF), ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5,3 persen.(*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di laman Suara.com: Ancaman Resesi Tahun Depan, Jokowi: Negara Lain Boleh Gelap, Kita Harus Optimis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI