SuaraSumedang.id – Dedi Mulyadi yang merupakan anggota DPR RI beberapa hari yang lalu mendatangi rumah Yessy, perempuan yang viral karena batal nikah dengan Ryan Dono.
Batalnya nikah Yessy dan Ryan Dono memantik perhatian publik, hingga Dedi Mulyadi mengikuti kasus gagal nikah lantaran meminta mahar sertifikat rumah, hingga keduanya di damaikan oleh Kang Dedi.
Yessy sebetulnya memiliki pekerjaan sebagai tenaga honorer di desa Cibodas, Purwakarta, meski demikian mantan calon istri Ryan Dono bukan pamer penghasil ngantor namun dari endorse.
Kini dirinya menjelma sebagai seleb TikTok, alhasil atas kepopulerannya banyak dari online shope, klinik kecantikan dan model kencantikan endorse dan paid promote kepadanya.
Banyak endorse masuk, Yessy Anitoma kedapatan memamerkan penghasilannya di TikTok mulai dari live yang dirinya lakukan, sembari mempromosikan produk di akun Instgaramnya.
Nampak Yessy sangat bersyukur dan merasa senang lantaran bisa menghasilkan uang di TikTok yang telah mencapai USD65.44 atau kurang lebih jika dirupiahkan Rp1 juta.
Saat live mantan Ryan Dono ini diberi tiga orang pengikut yang memberi stiker paus senilai degan Rp400 ribu.
Sehingga jika ditotal semuanya kurang lebih Yessy mendapat penghasil Rp1,2 juta, selain itu ada postingan yang memperlihatkanya bahagia karena telah melakukan paid promote di TikTok lantaran ada begitu banyak testimoni positif dari bisnis-bisnis yang menggunakan jasanya.
"Alhamdulillah seneng kalo apa-apa dikasih testi pencapaian para peng-endorse naik juga," ujarnya.
Baca Juga: PNM Resmikan Kampung Madani di Karo
Dirnya merasa sangat bahagia bisa membantu para pemilik bisnis, terlebih setelah menggunakan jasanya penjualan mereka bisa naik.
"Dan seneng kalo pas cek TikTok juga dari apapun yang aku endorse. Langsung ada hasil untuk si penjualnya. Lancar-lancar buat semua penjual," tulis Yessy.
Dari tangkapan layar yang dibagikan, penghasilan Yessy sudah mencapai Rp746 ribuan, di mana ia sudah menjual sekitar 13 barang yang ia promosikan.
Mengenai kebiasaannya yang sering main TikTok sebetulnya telah di peringatkan oleh Kang Dedi lantaran ia kembali diterima lagi kerja di Kantor Desa.
"Tidak untuk bertiktok atau apapun di ruang kantor desa yang tidak ada kaitannya dengan pelayanan desa. Ini yang saya sarankan. Sekarang itu banyak para pegawai menggunakan ruangan desa untuk bikin postingan yang seringkali menimbulkan viral. TikTok pelayanan atau kecepatan itu boleh," pesan Kang Dedi yang dibalas senyum tipis oleh Yessy.