SuaraSumedang.Id - Influencer Gitasav singgung soal stunting dikomentar, jadi apa itu stunting dan bagaimana cara pencegahannya?
Setelah hujatan soal Childfree, kali ini gitasav dihujat karna menyinggung masalah stunting.
Hal itu berawal dari komentar netizen yang merasa Gitasav selalu benar.
“Mba ini tu gausah diingetin, gausah dihujat gaes, dia kan si paling benar, diemin aja mending,” komentar seorang netizen.
Karna kesal disebut si paling benar, akhirnya Gitasav membalas komentar tersebut dengan menyinggung soal stunting.
“Gue udah bacot-bacot, poin yang lo dapat adalah ‘Gita emang merasa paling benar’ ya sis? Dulu lo stunting kali ya makanya agak lamban,” balas Gitasav
Karena kasus tersebut, stunting trending di Twitter dan banyak warganet yang membahas isu stunting ini.
Jadi apa itu stunting?
Dilansir dari website Kemkes.go.id, Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga kebanyakan masyarakat hanya menerima tanpa melakukan pencegahan. Padahal stunting ini bisa dicegah.
Nila Moeloek, sebagai Menteri Kesehatan RI menerangkan cara pencegahan stunting ini.
“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, tutur Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, dikutip dari Kemkes.go.id
1) Pola Makan
Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam.
Porsi makan harus diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) yang lebih banyak porsinya dibanding karbohidrat.
2) Pola Asuh
Stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan Balita.
Pertama, dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi kepada masyarakat khususnya calon ibu untuk memahami pentingnya memenuhi gizi saat hamil dan rutin memeriksa kandungan selama empat kali.
Kedua, bersalin di fasilitas kesehatan, lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) lalu berikan air susu ibu (ASI) sampai bayi berusia 6 bulan. Setalah itu bisa dilanjut sampai usia 2 tahun, dan jangan lupa untuk ke posyandu setiap bulan.
Untuk menjaga kekebalan anak maka lakukan imunisasi secara rutin, bisa didapatkan swcara gratis di posyandu atau puskesmas.
3) Sanitasi dan Akses Air Bersih
Sanitasi merupakan upaya menjaga kebersihan lingkungan, jika hal tersebut tidak diperhatikan akan mengancam penyakit infeksi pada anak. Solusinya perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.
Itulah pembahasan tentang stunting beserta pencegahannya, dari kasus yang ramai diperbincangkan soal Gitasav yang menyinggung stunting, memang stunting ini tidak bisa dianggap sepele dan harus dicegah.(*)
Sumber : kemkes.go. Id
Kontributor: Neja Nazula Rahmah