SuaraSumedang.id - Hanya beberapa hari lagi, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 2023.
Selain tarawih dan kegiatan buka bersama, biasanya di bulan Ramadhan ini terdapat sebuah dinamakan sahur on the road.
Nah, di wilayah Kabupaten Sumedang sendiri, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Forkopimda, dalam upaya menangani peristiwa kekerasan di tengah remaja.
Muncul sebuah kesepakatan untuk pelarangan kegiatan-kegiatan yang dapat memicu konflik, di antaranya sahur on the road.
Oleh karena itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir melarang kegiatan sahur on the road selama bulan Ramadhan 2023.
"Kami sepakat untuk menyetop kegiatan-kegiatan, yang bisa menimbulkan kerawanan sosial," kata Bupati Dony, dikutip Kamis (16/3/2023) dari laman Pemkab Sumedang.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya melakukan langkah-langkah untuk mencegah timbulnya konflik sosial, satu di antaranya dengan melarang sejumlah kegiatan yang bisa memicu kerawanan sosial.
"Seperti bulan puasa (Ramadhan) misalnya, kami tidak mengizinkan sahur on the road. Sedangkan, untuk buka bersama masih dipertimbangkan, termasuk buka bersama antar-SMA dilakukan oleh siswa-siswi," tegas Bupati.
Kebijakan itu, lanjut Dony, demi mencegah terjadinya kembali konflik antar-pelajar. Maka, diimbau agar buka puasa di rumah masing-masing bersama keluarga.
"Kami mendahulukan mencegah mudharat-nya. Buka di rumah masing-masing saja," kata Dony.
"Bisa dibayangkan dalam kondisi seperti ini, sekolah buka puasa bersama, siswa pada ngumpul, pulang konvoi pakai motor," katanya.
"Jadi, kalau sahur on the road kami setop, untuk buka bersama kami pertimbangkan, diimbau tidak dilakukan," tambahnya. (*)