SUARA SUMEDANG - Setelah berpuasa selama satu bulan penuh pada saat Ramadhan, umat Islam akan merayakan Idul Fitri.
Selain sholat Idul Fitri, bulan Syawal juga memiliki keutamaan yang istimewa bagi orang yang berpuasa selama enam hari.
Puasa sunnah di bulan Syawal ini merupakan rangkaian ibadah setelah melaksanakan puasa Ramadhan dan seusai melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri.
Adapun pelaksanaan puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal atau satu hari setelah Idul Fitri.
Penjelasan mengenai ibadah sunnah berpuasa di bulan Syawal dan keutamaannya disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat.
Dikutip sumedang.suara.com dari kanal YouTube Adi Hidayat Official pada Rabu, (19/4/2023) Adi Hidayat menjelaskan puasa sunnah syawal melalui salah satu hadits Nabi.SAW
"Barang siapa puasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang masa. Sebulan ditambah selama 6 hari ini nilainya setara dengan satu tahun,” ungkap Ustadz Adi Hidayat yang membacakan hadits dalam kitab shahih Imam Muslim nomor 1164.
Kendatipun demikian, bukan berarti selepas sholat Idul Fitri lantas berpuasa. Tetapi Ustaz Adi Hidayat juga menyebutkan pelaksanaan puasa sunnah ini dilakukan pada hari kedua di bulan Syawal.
"Hari kedua boleh puasa kalau ingin langsung berurutan ketiga keempat kelima keenam dan hari ketujuh enam hari jadi selesai kalau dikerjakan berurutan di hari yang ketujuh di bulan Syawal karena hari pertama haram hukumnya berpuasa namun jika ada kondisi yang menjadikan tidak memungkinkan,"
Baca Juga: Terlihat Adem Ayem, Ari Wibowo Justru Gugat Cerai Inge Anugrah
Lebih lanjut, Adi hidayat juga sampaikan tiga hal penting yang terdapat didalam hadits mengenai puasa di bulan syawal. Tiga hal yang dijelaskan berupa hadiah, teknis, dan hukum fiqh.
"Pertama, Nabi memberikan apresiasi tinggi kepada umat yang menjalankan puasa sunnah di bulan syawal, beliau menghadiahkan pahala berpuasa selama satu tahun bagi yang menjalankan sunnah ini selama enam hari. Kedua, teknis pelaksanaannya mulai dari tanggal 2 syawal kemudian selanjutnya bisa dilaksanakan berurutan atau berselang. Ketiga, mengenai hukum fiqh bagi yang punya hutang berpuasa maka alangkah baiknya lunsai terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa di bulan syawal," pungkas Adi Hidayat dalam penjelasannya.(*)
Sumber: YouTube Adi Hidayat Official