sumedang

Jelang MotoGP Spanyol 2023: Bagnaia Nilai Ducati Harus Perbaiki Desmosedici GP 23

Suara Sumedang Suara.Com
Minggu, 23 April 2023 | 10:31 WIB
Jelang MotoGP Spanyol 2023: Bagnaia Nilai Ducati Harus Perbaiki Desmosedici GP 23
Pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo bersaing dengan Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo. Jelang MotoGP Spanyol 2023, Bagnaia nilai Ducati harus perbaiki Desmosedici GP23. (SUARA.COM/AFP/RONNY HARTMANN)

SUARA SUMEDANG - Francesco Bagnaia menilai tim Ducati perlu melakukan perbaikan lebih lanjut pada motor Desmosedici GP 23, yang menjadi tunggangannya untuk kompetisi MotoGP 2023.

Sebab, pebalap tim Ducati Lenovo itu sempat mengalami insiden kecelakaan berkali-kali pada beberapa ronde balapan MotoGP 2023 terakhir.

"Saya harus benar-benar berharap tim saya akan membantu saya, karena saya yakni bahwa potensi dan performa GP 23 luar biasa," kata Bagnaia, dikutip dari laman MotoGP.

"Itu adalah motor terbaik yang pernah saya kendarai. Tapi selama balapan, itu adalah sesuatu yang kami harus pahami apa yang sedang terjadi," tambahnya.

Pebalap 26 tahun itu kemudian menerangkan, perubahan pada GP 23 miliknya harus dilakukan untuk putaran berikutnya di MotoGP Spanyol 2023.

Hal tersebut, lanjut Bagnaia, jika dirinya dan tim ingin menghilangkan potensi terjatuh saat mentas di atas lintasan.

"Sejujurnya motor sempurna. Tapi, jika Anda crash dan kehilangan 45 poin dalam dua akhir pekan terakhir, maka ada sesuatu yang tidak sempurna di dalamnya," ucap juara dunia MotoGP 2022 itu.

"Saya memberikan banyak kepercayaan pada motor saya, tapi mungkin (motor ini) terlalu stabil. Dan ini adalah sesuatu yang Anda bisa sebut saya gila setelah mengatakan itu," katanya.

"Tapi saat ini, saya lebih memilih untuk lebih banyak saran atau umpan balik," sambungnya.

Baca Juga: Mantan KSAL Era Megawati dan SBY Resmi Gabung Ganjarian Spartan

Adapun Pecco telah kehilangan potensi 45 poin pada dua balapan terakhir MotoGP Argentina dan Amerika Serikat.

Kedua kegagalan tersebut dinilai cukup identik, mengingat sang juara bertahan itu begitu mendominasi di sesi latihan bebas, dan Sprint Race.

Akan tetapi, di balapan utamanya ia pasti terjatuh di momen-momen krusial.

Crash di Austin kemarin adalah balapan keenam dia tersingkir dari balapan sejak awal tahun lalu, yakni di Qatar, Le Mans, Sachsenring, Jepang, dan Argentina.

Hal itu tentu menimbulkan pertanyaan yang jelas dari media maupun penggemar mengapa insiden serupa terjadi lagi.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi. Saya terus mendorong, mengendalikan, dan memahami (balapan dan motornya)," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI