SUARA SUMEDANG - Gugatan cerai Desta Mahendra kepada Natasha Rizki ke pengadilan agama Jakarta Selatan sudah dilakukan.
Di balik proses perceraian yang sidangnya akan digelar perdana 29 Mei 2023, rupanya ada fakta yang muncul.
Berikut fakta-fakta terkait perceraian Desta dan Natasha Rizki, sebagimana dikutip dari laman YouTube SCTV.
1. Keluarnya pemberitaan mengenai dugaan wanita lain yang dekat dengan Desta
Pasca kabar gugatan cerai Desta menyeruak, muncul pula pemberitaan mengenai dugaan wanita lain yang dekat dengan Desta bernama Gege Elisa.
Diketahui, Gege Elisa adalah lawan main Desta Mahendra dalam latihan home Runs Andara tennis chord pada 10 Mei 2023.
Kini tengah bersiliuran di media sosial sosok diduga Desta dan Gege pergi ke bioskop bersama-sama.
Namun, hingga saat ini hal itu belum bisa dibuktikan kebenarannya.
Kuasa hukum Desta pun membantah bahwa perceraian mereka dilatarbelakangi oleh orang ketiga.
2. Terungkapnya alasan perceraian Desta dan Natasha Rizki
Melalui Kuasa hukumnya terungkap, alasan Desta ingin bercerai dari Natasha Rizki.
Menurut sang kuasa hukum alasan perceraian Desta dan Caca adalah karena adanya percekcokan yang terjadi selama satu tahun ke belakang.
Bahkan Desta dan Caca kerap berbeda pemikiran, diduga karena usia mereka yang terlampau jauh.
Padahal masih teringat beberapa tahun lalu, Desta menyatakan bahwa perbedaan usianya dengan Natasha Rizki bukanlah satu masalah.
Namun kini yang terjadi justru kontras dan berbanding terbalik.
3. Tidak ada harta gono gini dan hak asuh anak dalam permohonan perceraian Desta
Diketahui dalam permohonan yang dilayangkan oleh Desta, di dalamnya tidak termasuk bahwa Desta menuntut harta gono gini apalagi Hak asuh anak.
Diduga keduanya sudah sepakat dan ada perjanjian sebelum akhirnya melayangkan permohonan cerai ke pengadilan agama Jakarta Selatan.
Hal itu juga disampaikan oleh Kuasa hukumnya, bahwa Desa hanya ingin mengakhiri statusnya sebagai suami Natasha Rizki.
4. Caca membuat sebuah buku berisi curahan hatinya
Natasha Rizki menulis buku yang berisi jurnal terus ada ilustrasi dan puisi.
Contoh isi buku tersebut, di antaranya adakalanya diri ini menepi sebentar hanya sementara tapi cukup memulihkan hati yang penuh kehati-hatian.
Istirahat dari keramaian desa-desus prasangka seperti Menutup luka yang masih basah namun dipaksa kering.(*).