SUARA SUMEDANG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil hadir dalam acara Bitcoin Conference 2023 di Miami, Amerika.
Disana ia duduk bersama CEO JAN3, Samson Mow serta berbicara tentang adopsi dan penambangan Bitcoin di Jawa Barat dalam sesi Fireside Chat.
Sesi perbincangan Gubernur Jawa Barat itu diberi tajuk “Indonesia Bitcoin Mining Campaign.”
Kabar tersebut dibagikan oleh akun official The Bitcoin Confrence (19/5/2023). Dalam keterangan unggahan tersebut, Ridwan Kamil berpendapat jika Bitcoin merupakan sebuah solusi.
"Bitcoin adalah solusi menurut pendapat saya untuk bagian masyarakat saya yang tidak dapat dijangkau oleh bank. 40% dari orang-orang saya tidak dapat dijangkau oleh bank," tulis keterangan cuitan tersebut yang mengutip kata-kata dari Ridwan Kamil, dikutip Suara Sumedang dari Twitter The Bitcoin Conference (21/5/2023).
Di acara kripto terbesar di dunia itu, Emil mengungkapkan jika potensi Indonesia, khususnya Jawa Barat memiliki peluang yang besar untuk penambangan Bitcoin.
“Kami memiliki cadangan energi terbarukan terbesar di dunia. Kami menghasilkan daya empat ratus gigawatt. Tiga ratus juta dari populasi kami mengkonsumsi setengahnya. Jadi, di masa depan kami memiliki tambahan dua ratus gigawat kekuatan energi terbarukan dan di situlah penambangan Bitcoin berperan,” ucap Emil, dikutip Suara Sumedang dari YouTube Bitcoin Magazine (21/5/2023).
Kedatangan Ridwan Kamil dalam konferensi kripto terbesar itu untuk mengajak investor-investor penambangan Bitcoin ke Indonesia.
“Itu sebabnya saya datang ke sini untuk mengundang Anda membangun infrastruktur energi terbarukan dalam bentuk apa pun karena itu memberi manfaat pekerjaan bagi orang-orang saya. Membayangkan Anda membawa penambangan ini ke penduduk desa mana pun juga membawa kemajuan teknologi, mendidik orang-orang saya tentang masa depan Bitcoin ini,” ucap Ridwan Kamil
Baca Juga: CEK FAKTA: Viral Hari Ini, Live Konser Spektakuler Lesti Kejora feat Ahmad Dhani di Kerajaan Cinta
“Jadi saya pikir dua ratus gigawatt, potensi energi terbarukan untuk diperebutkan. Jadi mudah-mudahan, karena uang pemerintah itu tidak cukup,” sambungnya.
Ia juga mengungkapkan komitmen Indonesia soal zero karbon pada 2050 serta laju menuju nett zero itu lambat karena mengandalkan uang dari pemerintah.
“Sebagai gubernur saya memiliki anggaran tujuh belas persen untuk membiayai semua yang terjadi di wilayah saya. Jadi saya membutuhkan sektor swasta, orang-orang yang memahami konsep dunia yang lebih baik ini tanpa terlalu banyak karbon. Karena komitmen Indonesia pada 2050 menjadi nett zero, kecepatan menuju nett zero saat ini menjadi lambat, karena mengandalkan intervensi uang dari pemerintah,” ujarnya.
“Jika penambang bitcoin datang dengan infrastruktur proyek energi terbarukan, kita dapat mempercepat lebih banyak dan menciptakan lebih sedikit gaya hidup karbon atau nett zero society dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Selain itu, Ridwan Kamil menuturkan jika disrupsi digital ini bisa disesuaikan dengan kebijakan publik.
“Saya menyesuaikan gangguan pengembang dengan kebijakan publik, misalnya saya melawan korupsi menggunakan kecerdasan buatan (artificial Intelegence), saya menggunakan teknologi blockchain untuk bisnis kopi saya, ekspor. Jika Anda minum kopi di starbucks, Anda bisa belajar dan menelusuri kopi Anda kembali ke perkebunan, pemilik misalnya. Jadi, jika disrupsi digital di tangan pemimpin seperti saya ini akan menguntungkan kepentingan publik ke depan,” kata Ridwan Kamil