SUARA SUMEDANG – Wenny Ariani sosok perempuan yang memenangkan gugatan dari Rezky Aditya untuk mengakui putrinya Kekey sebagai anak biologis.
Bahkan polimik ini telah berguling pada 2021, hingga akhirnya Mahkamah Agung memutuskan jika Rezky Aditya merupakan ayah biologis dari Kekey.
Polimik tersebut membuat para normal Hard Gumay ikut memberikan terawangan mengenai Wenny Ariani.
Hard Gumay menuturkan jika akan ada dukun yang mencoba mencelakai Wenny, namun ada juga sosok Nyai yang melindunginya.
Akan tetapi sosok pelindung bisa saja kalah dengan kekuatan sang dukun yang telah siap mencelakainya.
“Menurut saya ni, nyai ini enggak selamanya bisa terus-terusan untuk sekuat dia menghalang, menghadang. Kalau yang udah kuat, bisa menembus,” kata Hard Gumay, dikutip dari kanal YouTube ANTV Official pada Senin (19/6/2023).
Bahkan ia juga menuturkan jika dukun yang akan mencelakai ibunda Kekey berasal dari Jawa Barat dan sudah datang ke Jakarta.
“Dukun ini sekarang di Jakarta dia, ada di Jakarta. Tahu dia ngapain di Jakarta? Jauh kali dari Jawa Barat ke Jakarta buat nyelakain orang. Datang ke Jakarta, ketemu orang. Sudah disamperin di pertengahan tahun, tahun lalu. Sekarang di Februari ini sekarang posisi dia udah di Jakarta,” imbuh Hard Gumay.
Kemudian ia mengajak secara keseluruhan supaya lebih dekat dengan Tuhan, supaya bisa terhindar dari mala bahaya.
Baca Juga: Sejumlah Pegawai Kemenkeu Dimutasi, Sri Mulyani Tegaskan Aspek Tanggung Jawab
“Yang paling kuat ya kekuatan dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, saya sih tidak menggurui, saya juga bukan orang alim, saya nggak religius, saya juga cetek agama. Tapi, mencoba sesama manusia mengingatkan ayolah kita perkuat ibadah supaya ditolong, supaya dilindungin. Selain dijaga sama nyai, tentunya tetap yang utama Di Atas,” ajaknya.
Kemudian ia mengingatkan kepada orang-orang yang berbuat jahat jika azab dari Tuhan itu lebih mengerikan.
“Kalau saya tidak ada maksud untuk bersombong diri, menantang juga tidak ada. Tapi mengingatkan ya, adzab Allah itu kan ngeri ya. Saya tidak ada menantang, saya juga tidak takut karena penolongan Yang Di Atas. Silakan kalau mau nyerang, kalau bisa. Kalau saya sih yakin ya enggak bisalah, orang kita punya Yang Di Atas,” ujar Hard Gumay.