SUARA SUMEDANG - Putri dari penyanyi Pinkan Mambo, akhirnya memutuskan untuk speak up atau berbicara tentang tindakan bejat yang telah dilakukan sang ayah tiri kepadanya selama kurang lebih 2 tahun.
Bagaimana tidak, di balik sensasi yang selama ini dipamerkan Pingkan Mambo diranah publik, ternyata perbuatan sang suami yang diduga dengan tega telah menghancurkan masa depan dari sang anak sambung.
Hal tersebut diunggah di kanal YouTube Insert News Highlight yang berjudul 'MICHELLE ASHLEY ANAK PINKAN MAMBO JADI KORBAN PELECEHAN AYAH TIRI, PINKAN MAMBO MALAH SALAHKAN ANAK'.
Diakui anak Pinkan Mambo, Michelle Ashley saat 5 bulan pertama berkali-kali mendapatkan tindakan pelecehan dari sang ayah tiri.
M sempat berusaha meminta perlindungan kepada sang ibu, yaitu Pinkan Mambo sendiri.
Tapi, alih-alih mendapat perlindungan sang Ibu justru balik menyalahkan M dengan sebutan sebagai anak yang aneh.
Diduga berulang kali mendapatkan tindakan pecahan seksual dari sang ayah tiri sejak 2018 hingga awal 2021, M yang sudah merasa tak mendapatkan perlindungan dari sang Ibu akhirnya memilih kabur dari rumah dengan bantuan sang ayah kandung.
Sang pelaku kemudian dilaporkan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejat kepada sang anak sambung sendiri.
Dihantui perasaan trauma dan takut, Michelle memilih untuk tidak pulang ke rumah.
Semenjak sang suami terbukti bersalah dan di penjara, Pinkan Mambo masih memilih untuk melanjutkan hubungan dengan pelaku yang justru melecehkan harkat dan martabat sang anak.
M lebih memilih untuk menghindar agar kisah suram di masa silam tak terus terulang dan menimpa dirinya lagi.
Nama Pingkan Mambo dengan pola asuhnya kepada anak kembali disorot terutama hubungannya dengan M yang diakui oleh sang putri sendiri tidak pernah harmonis.
Pingkan dan anak-anak diketahui sempat tinggal di Amerika Serikat, namun Ia pun memutuskan pulang demi cita-cita menjadikan sang anak sebagai artis.
Keputusan tersebut, justru melukai hati sang anak karena sudah kadung nyaman di sana.
Luka yang kembali digoreskan Pinkan kepada anak, seolah kembali terjadi pada saat ia menjadi bahan bulian warganet dengan sederet sensasi yang ditebar di hadapan media.(*)