Artikel ini merupakan bagian terakhir mengenai karakter psikologis yang dibedah oleh Psikolog Anak sekaligus Dosen Psikologi Universitas Tarumanegara, Roslina Verauli, M.Psi, Psi.
Verauli melalui instagram pribadinya @verauli.id memaparkan profil psikologis terkait tokoh-tokoh utama di dalam serial Doraemon. Pendalaman karakter tokoh tersebut untuk dijadikan bahan analisa berdasarkan data sekunder yang diperoleh melalui media internet dan film.
Sebelumnya, telah dibahas tentang profil psikologis untuk tokoh Nobita, Suneo dan Shizuka. Pada bagian terakhir ini, akan dibahas tentang profil psikologis tokoh Giant.
PROFIL PSIKOLOGIS: GIANT
![Giant. [Doraemon Wiki]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/09/28/1-giant.jpeg)
Secara fisik, Giant bertubuh tinggi dan besar untuk usianya. Berat badannya berlebih. Ia kuat dan mampu beraktifitas fisik seperti anak sebaya lainnya. Penampilannya sedikit berbeda. Ia selalu mengenakan celana panjang dan sweater. Bukan celana pendek seperti anak usia SD lainnya.
Secara kognitif (aktivitas mental), Giant memiliki kemampuan yang memadai. Ia dapat mengikuti pelajaran di sekolah.
Dalam aspek psikososial, ia diketahui memiliki ambang frustasi yang rendah. Ia mudah marah dan cenderung agresif dalam menampilkan kemarahan. Tak jarang, ia melakukan kekerasan dalam upayanya membela diri atau saat menghayati berada dalam situasi yang mengancam.
Namun, ia patuh pada figur otorita terutama orang tua seperti pada ibunya. Ia memiliki relasi yang positif dengan adik perempuannya dan bersikap melindungi.
Ia mampu memainkan peran sebagai pelindung bagi teman meski jarang ditampilkan. Ia juga pemimpin teamnya di olahraga baseball terkait kekuatan yang dimiliki dalam relasi sosial.Namun, ia lebih sering terlihat memaksakan kehendak.
Giant senang menampilkan diri melalui hobi menyanyi. Sayang, minatnya belum diiringi dengan kemampuan tarik suara yang memadai. Secara umum, Giant masih dapat bersosialisasi bersama teman sebaya.
Baca Juga: Musim Pancaroba, Musim Mudah Terkena Penyakit, Cek Cara Antisipasinya!
KESIMPULAN (NOBITA DENGAN ADHD)
![Psikolog Anak, Roslina Verauli, M.Psi, Psi [Instagram]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/09/28/2-psikolog-anak-roslina-verauli-mpsi-psi.jpg)
Melihat dari analisa dalam artikel satu sampai dengan tiga, sesuai dengan hasil survey, Verauli pun menyetujui bahwa diantara keempat tokoh anak dalam serial Doraeomon, Nobita merupakan yang paling bermasalah secara psikologis.
Terdiagnosa sebagai anak dengan gangguan atensi konsentrasi atau ADHD. Di dalam keterangannya melalui komen dalam unggahan tersebut, Verauli menuturkan bahwa ADHD sebagai salah satu gangguan Neuro Developmental, kompleks. Manifestasinya pada tiap anak berbeda.
ADHD berkaitan dengan fungsi eksekutif pada otak. Itu sebab, menurut Verauli, pada tiap anak butuh diperiksa area mana yang paling berdampak, antara lain; memori, atensi (ada 5 aspek sendiri), motor, organisasi hingga emosi. Tentu akan ada pemeriksaan terhadap komorbiditasnya.
Maklum, ADHD jarang tampil sendiri. Dia punya "teman", jelas Verauli. Kadang lebih dari satu, misal; 'communication disorder', 'learning disorder', hingga autism, bahkan kecemasan dan depresi.
Pada Nobita, Verauli menduga ada gangguan tidur. Dan penanganan serta terapinya akan disesuaikan dengan profil klinis anak. Termasuk tingkat berat atau tidaknya ADHD dan tipe penyerta.
Verauli juga menyarankan untuk yang melihat gejala ADHD pada anak, dapat memeriksakan ke Psikolog Klinis Anak terdekat, serta cek EEG (tes gelombang otak) pada Dokter Spesialis Syaraf Anak, dan saran terkait aspek lainnya.