Terra 2.0 Meluncur, Apakah LUNA dan TerraUSD Bisa Bangkit?

Tantrum Suara.Com
Minggu, 29 Mei 2022 | 10:37 WIB
Terra 2.0 Meluncur, Apakah LUNA dan TerraUSD Bisa Bangkit?
Coinmarketcap

TANTRUM - Pendiri dan CEO Terraform Labs, Do Kwon, berusaha membangkitkan ekosistemnya dengan meluncurkan kembali rantai baru Terra bernama Terra 2.0. Tujuannya tidak lain untuk menghidupkan kembali LUNA dan TerraUSD (UST) yang telah jatuh amat dalam.

Do Kwon mengatakan, rencana kebangkitan Terra melibatkan hard forking pada blockchain yang ada dan menerbitkan kembali token LUNA kepada investor.

“Mainnet Pheonix-1 sekarang aktif dan memproduksi blok - layanan simpul publik, dompet, dan penjelajah akan segera ditayangkan,” cuit Do Kwon di akun Twitternya, dikutip dari Cointelegraph, Minggu (29/5/2022).

Dijuluki Phoenix-1, mainnet Terra 2.0 ditayangkan Sabtu 28 Mei 2022, sesuai dengan timeline asli yang ditetapkan oleh pengembang Terra dan mulai memproduksi blok. 

Do Kwon juga menginformasikan bahwa layanan simpul publik, dompet, dan penjelajah akan mengikuti mainnet untuk ditayangkan segera setelahnya.

Mengikuti rencana dari proposal awal, yang merekomendasikan penerbitan token LUNA baru kepada investor yang ada, Kown menyatakan bahwa pengguna sekarang seharusnya dapat melihat saldo token LUNA yang baru diterbitkan:

“Untuk melihat saldo token $LUNA Anda (atau $LUNA2 seperti yang disebut beberapa bursa), Anda hanya perlu masuk ke stasiun dan menyegarkan halaman.”

Selain itu, investor yang bermigrasi melalui protokol komunikasi antarblockchain (IBC) diharuskan membuat dompet stasiun dengan buku besar yang sama dan mengikuti instruksi yang diberikan saat membuat dompet.

Do Kown juga membagikan tautan portal resmi di mana pengguna dapat melihat saldo dompet Terra mereka. 

Menurut rencana, pengguna yang sebelumnya memegang Terra Luna Classic (LUNC), TerraUSD Classic (USTC) dan Anchor Protocol UST (aUST) memenuhi syarat untuk menerima token baru.

Pengembangan yang dilakukan Terra mendapat bantuan dari ekosistem crypto lainnya, antara lain, BNB Chain (BNB) Binance. BNB berkomitmen untuk menyediakan investasi dan dukungan untuk proyek-proyek yang sedang mempertimbangkan untuk bermigrasi dari ekosistem Terra.

Gwendolyn Regina, direktur investasi BNB Chain mengkonfirmasi niat perusahaan untuk bergabung membangun ekosistem Terra:

“Ekosistem Terra memiliki banyak kreator dan pengembang berbakat, dan dukungan kami ditujukan untuk membantu para pembuat dan tim tersebut, membangun proyek baru di Rantai BNB,” kata Gwendolyn Regina, kepada Cointelegraph.

Namun meski telah melakukan pengembangan Terra 2.0, harga Luna yang kini menjadi Luna Classic di coinmarketcap, Minggu (29/5), belum menunjukkan perubahan signifikan yakni $0.00008987 atau Rp 1,30 per kepingnya. Padahal dua bulan lalu sebelum kejatuhan, harga Luna di kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI