TANTRUM - Perlakuan yang sama dipastikan diberikan kepada jemaah haji Indoensia secara keseluruhan oleh Kementerian Kesehatan.
Petugas kesehatan di tingkat sektor dan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah siap memberikan pelayanan terbaik kepada semua warga negara Indonesia yang melaksanakan ibadah haji.
Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana, jika jemaah itu merupakan warga Indonesia dan membutuhkan pelayanan kesehatan baik di tingkat sektor maupun di KKHI dan tingkat lanjutan maka akan segera ditangani.
"Pada operasional haji 2022, kita memperlakukan sama semua jemaah haji reguler maupun jemaah haji khusus dalam hal pelayanan kesehatan. Jadi kita tidak beda-bedakan," ujar Budi ditulis Kamis, 30 Juni 2022.
Budi mengatakan untuk mendapat pelayanan terbaik, petugas kesehatan yang direkrut penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) diminta berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Haji Kementerian (Puskeshaji) Kementerian Kesehatan.
Puskes Haji memiliki PPIH Arab Saudi bidang kesehatan yang ada di sektor maupun di KKHI Makkah.
"Sehingga tidak ada jamaah yang tidak terlayani. PIHK yang jamaahnya sakit, silakan rujuk ke KKHI," kata Budi.
Budi memastikan, dalam kondisi pandemi ini, PIHK juga harus berkoordinasi dengan pemerintah dalam pelayanan kesehatan bagi jamaah.
Sehingga jamaah haji khusus juga dapat dipantau kesehatannya. Alasannya, karena perbedaan pelayanan kesehatan di musim pandemi dengan musim normal.
Baca Juga: Dapat Tambahan 10 Ribu Orang, Indonesia Harap Arab Saudi Kembali Tambah Kuota Haji Tahun 2023
Budi menegaskan bahwa pelayanan mereka menyeluruh, tidak hanya melayani jamaah haji reguler tetapi juga melayani jamaah haji khusus.
"Alhamdulillah, rapat menyepakati bahwa KKHI siap memberikan layanan terbaik kepada seluruh jamaah haji Indonesia tidak hanya haji reguler tapi juga jamaah haji khusus. Artinya KKHI juga memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji khusus," ucap Kepala Bidang Pengawasan Haji Khusus Kementerian Agama Mujib Roni.
Mujib mengatakan, bahwa KKHI pada musim haji 1443 H/2022 M ini didukung 45 tenaga dokter ahli yang didatangkan khusus dari Indonesia. Selain dilengkapi dengan peralatan medis dan obat yang memadai.