tantrum

Besaran Subsidi Setelah Pertalite Rp10 Ribu Per Liter dan Solar Rp6.800 Per Liter

Tantrum Suara.Com
Minggu, 04 September 2022 | 19:15 WIB
Besaran Subsidi Setelah Pertalite Rp10 Ribu Per Liter dan Solar Rp6.800 Per Liter
Pengisian bahan bakar (SPBU) Pertamina.

TANTRUM - Pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter; solar bersubsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter; dan Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku terus melakukan perhitungan anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun 2022.  Hal ini mengingat harga minyak mentah Indonesia atau ICP yang terus bergerak naik ataupun turun. 

Ia menegaskan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2022, pemerintah menaikkan anggaran subsidi dan kompensasi energi menjadi tiga kali lipat. Subsidi BBM dan elpiji naik dari Rp77,5 triliun menjadi Rp149,4 triliun serta subsidi listrik dari Rp 56,5 triliun menjadi Rp59,6 triliun. 

Sementara, kompensasi untuk BBM dari Rp18,5 triliun menjadi Rp252,5 triliun serta kompensasi untuk listrik naik dari Rp  0 menjadi Rp41 triliun. Sehingga total subsidi dan kompensasi untuk BBM, elpiji, listrik itu mencapai Rp502,4 triliun. 

Sri Mulyani menjelaskan, angka Rp502,4 triliun ini dihitung berdasarkan rata-rata dari ICP yang bisa mencapai 105 Dolar Amerika Serikat (AS) per barel dengan kurs Rp14.700 per Dolar AS, dan volume pertalite yang diperkirakan akan mencapai 29 juta kiloliter serta volume solar bersubsidi adalah 17,44 juta kiloliter.

Sri merinci, dengan harga minyak ICP yang turun ke USD 90 per barel, maka harga rata-rata satu tahun itu masih di USD 98,8 atau hampir USD 99 per barel. Sedangkan kalau harga minyak turun sampai di bawah USD 90 per barel maka keseluruhan tahun rata-rata ICP Indonesia masih di USD 97 per barel. 

Dengan perhitungan tersebut, angka kenaikan subsidi dari Rp502 triliun masih akan tetap naik. Subsidi akan naik menjadi Rp653 triliun jika harga ICP adalah rata-rata USD 99 per barel. Sedangkan jika harga ICP sebesar USD 85 per barel sampai Desember 2022 maka kenaikan subsidi menjadi Rp640 triliun.

"Ini adalah kenaikan Rp 137 triliun atau Rp 151 triliun tergantung dari harga ICP. Perkembangan dari ICP ini harus akan terus dimonitor, karena memang suasana geopolitik dan suasana dari proyeksi ekonomi dunia masih akan sangat dinamis," katanya. 

Baca Juga: Wajib Ditonton Ulang, 5 Film Terbaik Scooby-Doo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI