TANTRUM - Striker baru di Borussia Dortmund, Sebastien Haller, dikabarkan mengidap tumor testis. Mantan pemain Ajax Amsterdam itu awalnya mengeluh sakit usai latihan pada Senin pagi. Alhasil, ia dipulangkan untuk menjalani pemulihan.
“Haller mengeluh kurang enak badan setelah latihan Senin pagi,” tulis Dortmund, melalui situs resminya dicuplik dari laman Satu viral, Rabu, 21 September 2022.
Apa itu tumor testis? Apa Perbedaannya dengan Kanker testis? Bagaimana ciri-ciri dan cara mencegahnya?
Spesialis Bedah Urologi Konsultan dari RSCM, dr. Agus Rizal A H Hamid, SpU(K), PhD, menjelaskan bahwa tumor testis merupakan pembesaran benjolan di area biji kemaluan.
Pembesaran ini disertai rasa nyeri. Tumor testis (seminoma), lanjut dr. Agus berasal dari sel germinal atau sel yang memproduksi sperma.
“Tumor artinya semua pembesaran benjolan yang terjadi di tubuh. Bisa jinak bisa juga ganas,” tutur dr Agus Rizal.
Sementara kanker testis adalah tumor yang bersifat ganas. Menurut dr Agus, kanker testis merupakan salah satu kanker dengan tingkat kesembuhan cukup tinggi. Asalkan diobati sejak dini.
Gejalanya penyakit ini jarang ditemukan karena jarang terasa. Meskipun begitu, keduanya kebanyakan menyerang pria berusia 20 sampai 36 tahun.
“Gejala tumor testis adalah pembesaran testis tanpa disertai nyeri. Kalau ganas baru disebut kanker,” sambungnya lagi.
Baca Juga: Penampilan Juventus Mengejutkan! Ranieri Sebut Berusaha Keras Jaga Penampilan
Gejala awal yang timbul dari penyakit ini adalah munculnya benjolan pada testis. Namun tidak terasa nyeri pada awalnya.
Lama kelamaan baru terasa nyeri di testis atau skrotum (kantung testis). Tanda lainnya adalah tertimbunnya cairan di skrotum.
Ciri khas gejala lainnya sakit atau pegal di area perut, pinggang, atau selangkangan. Juga terdapat perbedaan besar antara kedua sisi kantong skrotum. Adapula yang sesak nafas dan sakit perut.
“Apabila keluhan ini tetap dibiarkan maka nantinya akan timbul gejala lanjutan. Seperti batuk yang terus-menerus. Terkadang disertai batuk berdarah. Ada juga timbul pembengkakan atau benjolan di leher,” jelas dr Agus.
Jika tak segera diobati, benjolan di testis semakin membesar dan mengalami perubahan warna. Jika sudah mengalami ini sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter. Penanganan yang tepat dapat mencegah timbulnya komplikasi.
Hingga kini tim dokter belum menemukan secara pasti penyebab utama tumor testis. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya tumor.