Orang yang memiliki asma akan kesulitan bernapas ketika penyakit ini menyerang. Gejala asma yang paling umum adalah:
- Mengi
- Kesulitan menarik napas
- Dada sesak
- Batuk-batuk.
Pemicu asma
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada beberapa faktor yang bisa memicu asma. Di antaranya adalah:
- Infeksi seperti pilek dan flu
- Alergi pada pollen atau serbuk sari, tungau debu, rambut atau bulu binatang
- Asap, uap dan polusi
- Obat-obatan, terutama pereda nyeri dan antiinflamasi seperti ibuprofen dan aspirin
- Emosi, termasuk stres atau tertawa terbahak-bahak
- Udara, seperti perubahan mendadak suhu, udara dingin angin, kilat, panas dan kelembapan
- Jamur
- Olahraga.
Kalau kamu penderita asma, maka cobalah untuk menghindari pemicu penyakit ini. Secara umum, mengatasi asma bisa dilakukan dengan menggunakan inhaler dan obat tablet.
Sayangnya, dalam penelitian di atas menyatakan belum ada panduan klinis mengatasi asma untuk pekerja dengan jam kerja malam.
Untuk itu, peneliti mengusulkan agar penjadwalan jam kerja bisa dimodifikasi dengan memerhatikan kecenderungan jam biologis para pekerja. Hal ini demi mengurangi risiko perkembangan penyakit inflamasi seperti asma.
Ketika pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keahlianmu hanya tersedia di malam hari, bekerja dengan sistem shift atau jam kerjanya malam hari tentu tidak bisa dihindari.
Baca Juga: Kenali Tiga Penyebab Stunting pada Anak
Karenanya antipasilah dengan kemudahan dan kecepatan berobat, seperti konsultasi dokter online melalui layanan telemedisin.
Ini akan memudahkanmu kalau-kalau asma menyerang saat sedang bekerja di malam hari dan tidak memungkinkan berobat secara langsung (offline) ke pusat kesehatan.
Jika bekerja malam hari menjadi pilihan pekerjaanmu saat ini, tetap jaga kesehatan diri dari berbagai risiko penyakit ya, tidak terkecuali asma.
source: Good Doctor