Sejak ditetapkan menjadi calon wakil presiden dari Prabowo Subianto, gaya kepemimpinan ddari Gibran Rakabuming santer diperbincangkan. Apalagi Gibran sudah pernah memiliki histori kepemimpinan sebagai seorang walikota di Solo.
Melalui perbincangannya dengan Putri Tanjung beberapa waktu lalu, Gibran mengungkapkan seperti apa tujuannya ketika menjadi walikota di Solo. Menurutnya, ini bukan tentang keinginannya atau bukan keinginannya.
"Bukan soal pengen atau nggak pengen," kata Gibran Rakabuming, dilansir dari unggahan di channel YouTube CXO Media, dilansir pada Sabtu (28/10/2023).
Menurut putra dari Presiden Jokowi ini, keputusannya untuk terjun ke dunia politik dan menjadi Walikota Solo adalah soal pengabdian dan timbal balik ke kota kelahirannya.
"Masalah pengabdian mungkin, masalah timbal balik ke kota kelahiran kita, kan saya anak daerah," jelas Gibran kemudian.
Dilantik pada tahun 2021 lalu, Gibran Rakabuming mengungkapkan hal pertama yang ia lakukan saat itu. Konon, siang hari setelah dirinya dilantik, ia langsung mengunjungi tempat minoritas di wilayah Solo.
Sementara itu, soal gaya kepemimpinannya sendiri, Gibran menjelaskan bahwa ia tidak mengalami transisi dari dunia usaha dan dunia politik. Ia terang-terangan mengaku tidak mengubah gaya kepemimpinanya tersebut.
"Saya tetap mempertahankan gaya lama saya. Kalau kita ngikutin gayanya birokrasi, pasti tidak akan secepat ini pembangunanya," kata Gibran yang menuai beragam komentar.
"Personal yang cuek dan banyak tidak disukai tapi kinerja yang sangat nyata dan berdampak bagi kemajuan kota Solo," kata netizen.
Baca Juga: Kisah Cinta Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda, Pernah Tak Direstui karena Beda Agama
"Sukses Mas Gibran jos walaupun saya bukan warga Solo tapi saya bangga dan suka gaya kepemimpinan Mas Gibran," tambahnya.
"Saya suka dengan karakter mas Gibran yang nggak pedulian tentang apa kata orang mengenai dirinya," komentar lainnya.