Dia mengaku saat itu tidak bersembunyi di balik kulkas, melainkan melihat langsung saat Bharada E menembak mati Brigadir J.
Setelah itu, dia keluar lantaran mendengar ada panggilan dari sesama ajudan melalui HT.
Bripka RR kemudian kembali ke TKP dan melihat Brigadir J sudah tersungkur dengan darah yang menggenang.
Pengacara Bripka RR, Erman Umar mengatakan apa yang disampaikan kliennya sudah sesuai dengan keterangan tersangka lain.
Cerita yang diungkap Bripka RR mulai sama dengan apa yang dikatakan tersangka lain, Bharada E.
Bripka RR dan rekan sesama ajudan, Bharada Richard Eliezer alias Bharada E mendapat panggilan pulang dari istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Saat tiba di rumah TKP Magelang, semua orang berkumpul di lantai dua.
Bripka RR melihat istri Ferdy Sambo tampak sakit berbaring di kamarnya.
Saat Bripka RR menengok kondisi istri Ferdy Sambo, malah diminta Putri Candrawathi untuk memanggil Brigadir J.
Baca Juga: Tarif Angkot Terbaru di Kota Tasikmalaya Pascakenaikan Harga BBM Subsidi
Akan tetapi, saat Brigadir J akan masuk ke kamar Putri Candrawathi malah dihalangi ART, Kuat Maruf.
Bripka RR melihat Kuat dan Brigadir J bertengkar. Kuat menuding jika Brigadir J melakukan tindak pelecehan seksual pada istri Ferdy Sambo.
Sementara itu Brigadir J marah lantaran merasa difitnah oleh Kuat soal dugaan pelecehan.
Saat itu, Bripka RR melihat keduanya bertengkar. Kemudian Brigadir J mengalah dan turun ke lantai satu.
Apa yang diungkap Bripka RR di TKP Magelang, sama dengan cerita yang pernah diungkap oleh Bharada E.
Dari kesaksian Bharada E yang diungkap mantan pengacaranya, Deolipa Yumara, menuturkan kejadian pada Kamis (7/7/2022), di mana insiden terjadi.