SuaraTasikmalaya.id – Tanggal 1 April identik dengan hari prank sedunia atau April Mop.
April Mop adalah hari di mana semua orang diperbolehkan untuk melakukan lelucon atau candaan tanpa harus merasa bersalah.
April Mop atau disebut juga April Fools, hingga kini masih dirayakan oleh sejumlah negara dengan caranya tersendiri.
Belum ada yang tahu pasti tentang sejarah terbentuknya April Mop, tetapi terdapat satu versi yang paling populer dan dipercaya yaitu berasal dari Prancis.
Saat itu, beberapa negara di Eropa merayakan tahun baru pada tanggal 1 April sesuai dengan kalender Julian.
Namun, pada tahun 1582 Paus Gregorius XIII mengubah kalender Julian ke kalender Gregorian.
Kalender Gregorian ini dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir tanggal 31 Desember setiap tahunnya.
Adanya perubahan kalender itu masih belum diketahui oleh sejumlah orang, sehingga sebagian dari mereka masih merayakan tahun baru pada tanggal 1 April.
Momen inilah yang kemudian membuat mereka dijadikan bahan lelucon oleh orang-orang yang sudah mengetahui perubahan kalender. Dan sejak saat itulah mulai terbentuk tradisi April Mop.
Baca Juga: Meski Persib Kalah, Bobotoh Terharu dengan Perlakuan Jakmania, Begini Kejadiannya
Meski begitu, nyatanya tradisi ini baru populer di Inggris pada abad ke-17, di mana mereka merayakan April Mop selama setengah hari.
Hingga akhirnya tradisi April Mop ini sudah menyebar dan menjamur di seluruh dunia dan menjadi tradisi tahunan.
Karena sudah menjadi tradisi tahunan, kini tak sedikit media yang ikut melakukan April Mop, salah satunya dengan menyebarkan berita Hoax. (*)