SUARA TASIKMALAYA - Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, telah resmi menjadi pelatih baru Persib Bandung menggantikan posisi Luis Milla. Hodak, yang sebelumnya pernah melatih Johor Darul Ta'zim (JDT), membawa potensi perubahan besar dalam formasi dan strategi permainan Maung Bandung.
Salah satu aspek menarik yang diperhatikan adalah perubahan dalam formasi tim. Hodak dikenal dengan gaya bermain yang berbeda dari pendahulunya. Ia cenderung menggunakan formasi 4-4-2 dengan empat bek sejajar dengan dua striker di lini penyerangan.
Berikut adalah gambaran singkat mengenai bagaimana Hodak berencana mengolah para pemain Persib dalam formasi baru ini:
Penjaga Gawang: Teja Paku Alam
Bojan Hodak mengandalkan Teja Paku Alam sebagai pilihan utama untuk posisi kiper, meskipun gawangnya telah kebobolan 10 gol hingga pekan ke-4. Meski begitu, Hodak tetap percaya pada kualitas Teja sebagai penjaga gawang andalan tim.
Lini Pertahanan: I Putu Gede, Nick Kuipers, Alberto Rodriguez, Daisuke Sato
Hodak akan mengubah formasi lini pertahanan Persib yang sebelumnya hanya menggunakan tiga bek. Empat pemain yang akan mengisi posisi ini adalah I Putu Gede sebagai bek kanan, Daisuke Sato sebagai bek kiri, serta duo bek tengah Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez.
Lini Tengah: Ryan Kurnia, Marc Klok, Rachmat Irianto, Frets Butuan
Pada lini tengah, Hodak akan mengandalkan Marc Klok dan Rachmat Irianto sebagai pengendali permainan. Sementara itu, Ryan Kurnia akan bermain sebagai gelandang sayap di sisi kanan, dan Frets Butuan akan menempati posisi serupa di sisi kiri.
Lini Penyerang: Ciro Alves, David da Silva
Duo penyerang Brasil, Ciro Alves dan David da Silva, akan menjadi andalan dalam lini penyerangan Persib Bandung. Hodak memiliki pilihan untuk memilih salah satu dari mereka sebagai penyerang utama, atau bahkan menggunakan keduanya bersamaan sebagai pasangan penyerang.
Sebagai pelatih baru Persib, Bojan Hodak akan membawa perubahan yang menarik dalam formasi dan strategi permainan tim.
Penggunaan formasi 4-4-2 dengan empat bek sejajar dengan dua striker menunjukkan pendekatan berbeda yang diharapkan dapat mengangkat performa Maung Bandung di kompetisi Liga 1 mendatang. (*)