Peneliti: Asap Knalpot Bisa Buat Serangga Bingung

Laban Laisila

Minggu, 29 Juni 2014 | 12:04 WIB
Peneliti: Asap Knalpot Bisa Buat Serangga Bingung
Ilustrasi ngengat. [Shutterstock]

Suara.com - Peneliti menemukan bahwa polusi bisa membuat bingung serangga dan membuat mereka berhenti melakukan penyerbukan pada tanaman.

Naiknya level pada bebauan di udara bisa membuat bingung indera penciuman ngengat dan serangga lainnya. Hal ini bisa menyebabkan masalah besar pada penyerbukan seperti pada lebah.

Pada penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, University of Washington, para peneliti menaruh seekor ngengat Tobacco Hornworm dalam lorong angin labolatorium yang terpapar berbagai bebauan seperti asap mobil dan truk serta wewangian beberapa tanaman.

Polusi yang berasal dari manusia bisa mengubah kemampuan ngengat menemukan bunga dan penggantian data wewangian bunga diproses oleh saraf penciuman di otak ngengat.

"Binatang penyerbuk seperti lebah, kupu-kupu, dan ngengat mengandalkan kemampuan penciuman mereka untuk mengetahui lokasi bunga dari jarak jauh, namun kami menemukan bahwa bau dari vegetasi dan polusi yang dikeluarkan kendaraan bisa mengubah kebiasaan ngengat," kata Professor Biologi dari University of Washington, Jeffrey Riffell seperti dikutip laman Daily Mail.

"Kini ngengat yang melakukan perjalanan yang jauh tidak bisa mencium wewangian bunga dengan baik, bahkan mereka tidak bisa mengidentifikasi ada bunga didekatnya," lanjutnya.

Kini para peneliti masih mendalami apakah polusi berpengaruh langsung pada ngegat dan tumbuhan tertentu yang berkaitan penting dengan dunia pertanian.

Ngengat Tobacco Hornworm, serangga malam besar dengan lebar sayap mencapai 10 cm banyak ditemukan mulai dari Kanada hingga Amerika Tengah, termasuk seluruh Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat, ngengat ini membantu penyerbukan bunga Sacred Datura atau yang dikenal dengan terompet malaikat.

Pada lorong angin dan sistem stimulus wewangian yang dikontrol, semua wewangian tumbuhan seperti dari Sacred Datura dan semak creosote dicampur dengan emisi knalpot.

Peneliti melacak jalur saraf yang aktif dengan meletakkan elektroda pada lobus antena. Antena tersebut berfungsi sebagai hidung ngengat. Lobus antena adalah bagian otak yang memroses wewangian dari antena.

Ngengat bisa mengenali bunga dalam jarak ratusan meter jika tidak banyak wewangian lainnya.

Tapi dari penelitian diketahui, kalau kemampuan mencium serangga gagal mengenali wangi tumbuhan.

"Total kombinasi dari wewangian dinamis termasuk wangi bunga yang khas serta polusi karena manusia bisa mengganggu kesuksesan penemuan sumber penciuman," kata peneliti dari University of Arizona, Leif Abrell.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Serangga Unik, Betinanya Dominan dan Punya Organ Mirip Penis

Serangga Unik, Betinanya Dominan dan Punya Organ Mirip Penis

Tekno | Senin, 21 April 2014 | 18:13 WIB

Gaya dengan Motif Bunga

Gaya dengan Motif Bunga

Lifestyle | Senin, 10 Maret 2014 | 07:37 WIB

Terkini

KDM Lantik Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi Definitif Hari Ini

KDM Lantik Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi Definitif Hari Ini

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Dorong Usulan Kendaraan Hybrid dan PHEV Bebas Ganjil Genap

Pemerintah Dorong Usulan Kendaraan Hybrid dan PHEV Bebas Ganjil Genap

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Pameran "Kura-kura" Yohanes, Satu Lukisan Langsung Terjual di Malam Pembukaan

Pameran "Kura-kura" Yohanes, Satu Lukisan Langsung Terjual di Malam Pembukaan

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Teriaki Armuji dan Wabup Mimik Get Out!, Borok Bos Resto Asal Suriah Terbongkar

Teriaki Armuji dan Wabup Mimik Get Out!, Borok Bos Resto Asal Suriah Terbongkar

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Program Bantuan hingga Diskon Nataru

Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Program Bantuan hingga Diskon Nataru

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Seskab Teddy Ungkap Arahan-arahan Penting Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna

Seskab Teddy Ungkap Arahan-arahan Penting Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi

Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi

Malang | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:33 WIB

OJK Kasih Sanksi Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Pihak yang Terlibat

OJK Kasih Sanksi Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN, Ini Pihak yang Terlibat

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:33 WIB

Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada

Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada

Lampung | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Di Balik Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Mengapa Dibawa ke Polda dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

Di Balik Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Mengapa Dibawa ke Polda dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:25 WIB

×